Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 15 Des 2024 07:07 WIB ·

Sumbar Terima APBN Rp31,91 Triliun, Gubernur Minta Segera Eksekusi


					Sumbar Terima APBN Rp31,91 Triliun, Gubernur Minta Segera Eksekusi Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) resmi memulai langkah percepatan pembangunan daerah untuk tahun anggaran mendatang. Mahyeldi Ansharullah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan buku alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2025 kepada para Kepala Satuan Kerja (Satker) serta Bupati dan Wali Kota se-Sumbar di Auditorium Gubernuran, Jumat (13/12/2024).

Total alokasi belanja APBN 2025 untuk wilayah Sumatera Barat tercatat mencapai Rp31,91 triliun. Dana tersebut terbagi menjadi dua sektor utama: sebesar Rp10,46 triliun untuk belanja pemerintah pusat melalui 627 Satker Kementerian/Lembaga (K/L), serta Rp21,44 triliun dialokasikan dalam bentuk TKD untuk pemerintah provinsi dan 19 kabupaten/kota.

Instruksi Percepatan Tender dan Efisiensi
Dalam arahannya, Mahyeldi menegaskan bahwa penyerahan DIPA yang dilakukan lebih awal merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah agar langsung tancap gas memulai proses tender agar manfaat anggaran tersebut segera dirasakan masyarakat.

“Proses tender harus dipercepat melalui e-katalog sehingga belanja kegiatan dapat dilakukan lebih cepat dan mudah. Saya ingatkan agar setiap rupiah uang rakyat digunakan secara efisien, hemat, dan penuh tanggung jawab sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Meski alokasi TKD mengalami kenaikan, belanja kementerian dan lembaga justru mengalami penurunan. Menanggapi kondisi ini, Mahyeldi mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi lokal demi menarik investasi dari luar. Ia juga mewajibkan penggunaan bahan lokal dalam proyek pembangunan tahun 2025 guna menggerakkan ekonomi masyarakat Sumbar.

Inovasi Pendapatan Daerah di Tengah Tantangan
Pemerintah daerah juga diminta bersiap menghadapi dinamika ekonomi tahun depan, termasuk kenaikan tarif PPN menjadi 12% dan transisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Inovasi dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci, terutama bagi wilayah yang terdampak penurunan PAD seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kepala Kanwil DJPb Sumbar, Syukriah HG, menambahkan bahwa APBN 2025 memang dirancang sebagai instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus menjaga stabilitas di tengah tantangan global. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045.

Penyerahan dokumen anggaran ini turut disaksikan oleh anggota Forkopimda Sumbar, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan BUMN dan BUMD. Dengan dimulainya siklus anggaran ini, Sumatera Barat diproyeksikan mampu menjalankan pembangunan yang lebih efektif dan akuntabel sepanjang tahun 2025.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN