Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

EKBIS · 7 Feb 2026 08:01 WIB ·

Sumbar Incar Takhta Energi Bersih Lewat Pasukan Hijau METI


					Sumbar Incar Takhta Energi Bersih Lewat Pasukan Hijau METI Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Sumatera Barat tidak ingin hanya menjadi penonton dalam transisi energi global. Gubernur Mahyeldi Ansharullah secara tegas mematok target besar: menjadikan Bumi Minangkabau sebagai pilar utama Net Zero Emission Indonesia. Ambisi ini diperkuat dengan pelantikan pengurus Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Wilayah Sumbar di Auditorium Gubernuran, Jumat (6/2/2026).

Gubernur Mahyeldi menempatkan METI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan “mitra strategis” untuk membongkar sumbatan pengembangan energi bersih di daerah. Fokus utamanya adalah mengonversi potensi alam yang melimpah menjadi pertumbuhan ekonomi riil bagi masyarakat lokal.

“Pengembangan energi terbarukan bukan cuma soal menyediakan listrik, tapi harus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Barat,” tegas Mahyeldi saat memberikan arahan kepada pengurus baru.

Harta Karun Geothermal dan Target 2030
Sumatera Barat diketahui memiliki deposit energi panas bumi (geothermal) yang masif dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Potensi inilah yang menjadi “kartu as” bagi Sumbar untuk mendukung target nasional dalam menurunkan emisi hingga 43,20 persen pada tahun 2030.

Dr. Ir. Firman Hidayat, MT, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Umum METI Sumbar, memikul tanggung jawab besar untuk menjembatani kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan modal besar dalam industri energi terbarukan dapat masuk dengan skema yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Kolaborasi Lintas Sektor sebagai Kunci
Ketua Umum METI Pusat, Ir. Zulfan Zahar, ST, MM, yang turut hadir dalam pelantikan, mengingatkan bahwa Indonesia memiliki keberagaman sumber energi hijau mulai dari surya, air, angin, hingga bioenergi. Namun, potensi ini akan tetap terkubur jika tidak ada orkestrasi yang baik antar-pemangku kepentingan.

“Transisi energi adalah kerja kolosal. Butuh keterlibatan dunia usaha dan dukungan penuh pemerintah daerah agar target emisi nol bersih pada 2060 bukan sekadar mimpi,” ujar Zulfan.

Dengan terbentuknya kepengurusan METI di wilayah Sumbar, kini terdapat wadah resmi yang akan mengawal kebijakan energi bersih agar lebih membumi. Harapannya, kesejahteraan masyarakat Sumbar meningkat seiring dengan udara yang semakin bersih berkat pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Legalitas Bukan Beban: Strategi UMKM Naik Kelas Lewat Webinar Unand

12 Mei 2026 - 20:34 WIB

Tenaga Muda Profesional Siap Sulap BUMDes Jadi Korporasi Desa

2 Mei 2026 - 11:32 WIB

Rapat Via Zoom Bersama Bakrie Center Foundation (BCF), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), serta Forum BUMDes Indonesia (FBI)

Dialog Sawit: Cara Sumbar Hindari Gesekan Pajak Air Permukaan

11 April 2026 - 12:27 WIB

Pajak Air Sawit: Antara Keuntungan Perusahaan dan Hak Desa

11 April 2026 - 12:08 WIB

UMKM Sundawenang Naik Kelas: Strategi Digital di Balai Desa

11 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Tunggu Viral: Merek Adalah Perisai UMKM Desa

7 April 2026 - 20:16 WIB

Trending di EKBIS