Poso, Sulawesi Tengah [DESA MERDEKA] – Pilkada bukan cuma milik masyarakat kota atau kelompok elite. Di tangan 50 warga Dusun Kalamalea, Kecamatan Poso Kota Utara, arah pembangunan Kabupaten Poso ke depan ikut dipertaruhkan melalui satu paku di bilik suara.
Kesadaran politik inilah yang coba dibakar oleh KPU Kabupaten Poso pada Rabu (10/7/2024). Melalui sosialisasi pendidikan pemilih, KPU sengaja masuk ke sudut-sudut dusun untuk merangkul segmen marginal—kelompok masyarakat yang selama ini kerap berada di pinggiran pusaran informasi.
“Masyarakat, khususnya segmen marginal, memiliki hak dan peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah melalui suara mereka,” tegas Kepala Divisi Parmas dan SDM KPU Poso, Alfred Sabintoe.
Selama ini, kelompok marginal rentan hanya menjadi target pengumpul suara tanpa diberi pemahaman logis. Langkah KPU Poso kali ini terbilang kontras; mereka tidak membawa janji politik, melainkan membawa bekal edukasi agar warga dusun tidak salah pilih.
Kepala Divisi Data dan Perencanaan KPU Poso, Dewi Yul Nawawi, yang turut turun langsung, mengupas tuntas tata cara pemilihan. Ia mengingatkan warga Kalamalea bahwa kualitas pemimpin yang terpilih nanti berbanding lurus dengan kesejahteraan yang akan mereka rasakan di tingkat dusun. Pemilih yang cerdas adalah kunci lahirnya kebijakan daerah yang berpihak pada pembangunan desa.
Lewat edukasi tatap muka ini, KPU Poso sedang menaruh harapan besar. Jika hak pilih segmen marginal di Kalamalea dapat digunakan secara aktif dan cerdas, maka target Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Poso 2024 yang adil, inklusif, serta representatif bukan lagi sekadar slogan di atas kertas.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.