Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 3 Mar 2025 14:47 WIB ·

Strategi 16 Triliun Dana Desa Demi Ambisi Swasembada Pangan


					Strategi 16 Triliun Dana Desa Demi Ambisi Swasembada Pangan Perbesar

Ngawi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Desa bukan lagi sekadar penonton dalam peta ketahanan pangan nasional, melainkan menjadi mesin penggerak utama. Hal ini ditegaskan dalam perhelatan #DemiIndonesia Mandiri Pangan 2025 di Desa Pangkur, Ngawi, Senin (3/3/2025). Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyatakan kesiapannya mengucurkan dana fantastis senilai Rp16 triliun dari Dana Desa khusus untuk menyokong ketahanan pangan di akar rumput.

Langkah berani ini mendampingi strategi Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang hadir untuk memastikan rantai pasok dari sawah ke pasar berjalan stabil. Dalam kunjungannya, Airlangga menyaksikan langsung transaksi gabah petani dengan harga yang terjaga di angka Rp6.500 per kilogram. Hal ini merupakan bentuk perlindungan nyata terhadap kesejahteraan petani di tengah ambisi besar swasembada.

Tradisi Methel: Syukur Sebelum Tempur
Kegiatan tidak dimulai dengan pidato kaku, melainkan dengan tradisi Methel. Tradisi lokal Ngawi ini merupakan prosesi panen perdana sebagai simbol penghormatan kepada alam. Nilai filosofis ini diangkat untuk mengingatkan bahwa teknologi dan kebijakan harus selaras dengan kearifan lokal.

“Pemerintah pusat tidak bisa bekerja sendirian. Presiden sebagai komandan butuh kerja sama dari menteri, gubernur, hingga TNI-Polri dan masyarakat. Jika kolaborasi ini erat, swasembada pangan bukan lagi mimpi jangka panjang, tapi target jangka pendek,” tegas Airlangga Hartarto.

Bukan Sekadar Karbohidrat
Sudut pandang pemerintah kini bergeser. Swasembada pangan tidak lagi hanya bicara tentang stok beras (padi) dan jagung sebagai sumber karbohidrat. Fokus diperluas mencakup protein hewani seperti ayam, telur, susu, dan daging guna menciptakan kemandirian pangan yang berkualitas.

Mendes Yandri Susanto menambahkan bahwa kolaborasi lintas kementerian adalah kunci. Dengan anggaran Rp16 triliun yang telah disiapkan, desa-desa diinstruksikan untuk mengoptimalkan potensi lahan dan BUM Desa (Badan Usaha Milik Desa). Kehadiran Menko Perekonomian dan Mendes di pameran BUM Desa setempat menjadi bukti bahwa institusi ekonomi desa kini diproyeksikan menjadi pilar distribusi pangan nasional.

Acara yang merupakan kolaborasi antara detikcom, Kemenko Perekonomian, Pemkab Ngawi, dan Bulog ini juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi seperti Wamendag Jerry Sambuaga dan Wagub Jatim Emil Dardak. Melalui deklarasi Manifesto Swasembada Pangan, pemerintah optimistis bahwa kemandirian pangan 2025 akan menjadi tonggak sejarah baru kedaulatan ekonomi Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjaga NKRI dari Mushola Desa di Kaki Perbukitan Ponorogo

19 Oktober 2026 - 09:10 WIB

​Sambut Sumpah Pemuda, IPP Bhirawa Yudha Bersama Pemdes Bancar Gelar Jalan Santai

19 Oktober 2026 - 09:06 WIB

El Niño Godzilla Kepung Banyumas, 76 Ribu Jiwa Krisis Air

9 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Redam Sengketa, Pemkab Tanbu Pasang Pilar Batas Kusan Hulu Kuranji

8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sinergi Tiga Pilar Pebayuran Pasca-Pilkades di HUT TNI

5 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Wakaf TPU: Jurus Jitu Kades Terpilih Satukan Mekarjaya

5 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Trending di KABAR DESA