Jakarta [DESA MERDEKA] – Era Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang “rakus” kuota mahasiswa demi mengejar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) harus segera berakhir. Kebijakan pemerintah membatasi kuota mahasiswa PTN kini dinilai sebagai langkah paling waras untuk menyelamatkan ekosistem pendidikan tinggi nasional sekaligus memberikan napas keadilan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menegaskan bahwa langkah ini bukan upaya membatasi akses, melainkan penataan ulang agar tata kelola pendidikan lebih proporsional. Selama ini, dominasi kuota PTN dianggap mencekik keberlangsungan PTS, padahal kampus swasta adalah pilar mayoritas yang memperluas akses pendidikan di Indonesia.
Solusi Anak Miskin: Beasiswa, Bukan Penumpukan Kuota
Merespons kekhawatiran DPR RI terkait akses bagi masyarakat ekonomi lemah, Handi menawarkan solusi yang jauh lebih elegan: Gunakan kekuatan beasiswa. Menurutnya, menumpuk mahasiswa di PTN bukan jawaban bagi kemiskinan.
“Dengan dana pendidikan yang besar, kuota beasiswa bisa ditingkatkan dua kali lipat. Jadi, mahasiswa kurang mampu pasti bisa kuliah tanpa harus berdesakan di PTN,” ujar Handi, Selasa (17/3/2026). Ia menekankan bahwa instrumen seperti KIP Kuliah harus dijaga ketat agar tepat sasaran dan bersih dari tunggangan kepentingan politik.
PTN Fokus Riset, PTS Jadi Mitra Strategis
Pembatasan kuota ini melepaskan beban PTN dari urusan “cari uang” lewat jumlah mahasiswa. Energi tersebut harus dialihkan untuk mengejar kualitas riset dan inovasi agar mampu menembus peringkat 50-100 besar dunia.
| Aspek | Dampak Pembatasan Kuota PTN |
| Kualitas Akademik | PTN fokus pada riset internasional, bukan jumlah kepala. |
| Keadilan Ekosistem | PTS mendapatkan ruang tumbuh dan distribusi mahasiswa yang merata. |
| Akses Mahasiswa | Difasilitasi lewat penguatan beasiswa masif (KIP Kuliah). |
| Visi Masa Depan | PTN menjadi World Class University, PTS menjadi mitra strategis bangsa. |
Keadilan bagi Jutaan Mahasiswa Swasta
Handi mengingatkan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pundak negeri. Memberdayakan PTS sebagai mitra strategis adalah keharusan sejarah. Kebijakan kuota yang seimbang memastikan jutaan mahasiswa di kampus swasta tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa merasa dianaktirikan oleh negara.
“PTN harus menargetkan masuk ranking 50-100 kampus top dunia. Sementara negara bertugas memberdayakan kampus swasta untuk membangun bangsa bersama-sama,” pungkasnya.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.