Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 17 Mar 2026 22:59 WIB ·

Stop Kejar Setoran: PTN Harus Fokus Jadi Kampus Top Dunia


					Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza Perbesar

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza

Jakarta [DESA MERDEKA] Era Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang “rakus” kuota mahasiswa demi mengejar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) harus segera berakhir. Kebijakan pemerintah membatasi kuota mahasiswa PTN kini dinilai sebagai langkah paling waras untuk menyelamatkan ekosistem pendidikan tinggi nasional sekaligus memberikan napas keadilan bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menegaskan bahwa langkah ini bukan upaya membatasi akses, melainkan penataan ulang agar tata kelola pendidikan lebih proporsional. Selama ini, dominasi kuota PTN dianggap mencekik keberlangsungan PTS, padahal kampus swasta adalah pilar mayoritas yang memperluas akses pendidikan di Indonesia.

Solusi Anak Miskin: Beasiswa, Bukan Penumpukan Kuota
Merespons kekhawatiran DPR RI terkait akses bagi masyarakat ekonomi lemah, Handi menawarkan solusi yang jauh lebih elegan: Gunakan kekuatan beasiswa. Menurutnya, menumpuk mahasiswa di PTN bukan jawaban bagi kemiskinan.

“Dengan dana pendidikan yang besar, kuota beasiswa bisa ditingkatkan dua kali lipat. Jadi, mahasiswa kurang mampu pasti bisa kuliah tanpa harus berdesakan di PTN,” ujar Handi, Selasa (17/3/2026). Ia menekankan bahwa instrumen seperti KIP Kuliah harus dijaga ketat agar tepat sasaran dan bersih dari tunggangan kepentingan politik.

PTN Fokus Riset, PTS Jadi Mitra Strategis
Pembatasan kuota ini melepaskan beban PTN dari urusan “cari uang” lewat jumlah mahasiswa. Energi tersebut harus dialihkan untuk mengejar kualitas riset dan inovasi agar mampu menembus peringkat 50-100 besar dunia.

Aspek Dampak Pembatasan Kuota PTN
Kualitas Akademik PTN fokus pada riset internasional, bukan jumlah kepala.
Keadilan Ekosistem PTS mendapatkan ruang tumbuh dan distribusi mahasiswa yang merata.
Akses Mahasiswa Difasilitasi lewat penguatan beasiswa masif (KIP Kuliah).
Visi Masa Depan PTN menjadi World Class University, PTS menjadi mitra strategis bangsa.

Keadilan bagi Jutaan Mahasiswa Swasta
Handi mengingatkan bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pundak negeri. Memberdayakan PTS sebagai mitra strategis adalah keharusan sejarah. Kebijakan kuota yang seimbang memastikan jutaan mahasiswa di kampus swasta tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa merasa dianaktirikan oleh negara.

“PTN harus menargetkan masuk ranking 50-100 kampus top dunia. Sementara negara bertugas memberdayakan kampus swasta untuk membangun bangsa bersama-sama,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar Rancang Pendidikan Desa Berstandar Global

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Membangun SDM Desa, Investasi Lebih Berharga dari Beton

12 Juni 2026 - 10:35 WIB

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Trending di PENDIDIKAN