Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 12 Des 2025 12:04 WIB ·

Solidaritas Ibu Rahaka: 2.500 Nasi Disalurkan ke Korban Banjir


					Solidaritas Ibu Rahaka: 2.500 Nasi Disalurkan ke Korban Banjir Perbesar

Kelompok Lillah Lubuk Buaya Salurkan Ribuan Nasi untuk Korban Banjir Bandang Sumatera Barat

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat memicu gelombang solidaritas dari masyarakat. Kelompok ibu-ibu “Lillah” dari Rahaka, Kecamatan Lubuk Buaya, Kota Padang, bergerak cepat menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi para korban terdampak. Sejak hari pertama banjir hingga berita ini diturunkan, kelompok ini telah berhasil mendistribusikan lebih dari 2.500 nasi kotak dan nasi bungkus ke sejumlah lokasi terdampak.

Ketua Kelompok Lillah, Linda Priayanti, mengungkapkan bahwa ribuan bantuan tersebut disalurkan ke berbagai wilayah, termasuk Pasar Usang, Banda Cino, Lubuk Minturun, Brandon, Anduriang, dan Kayu Tanam. Seluruh biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan makanan berasal dari patungan (swadaya) warga Rahaka serta bantuan dari para donatur.

“Sampai hari ini, kami sudah menyalurkan 2.500 nasi kotak maupun bungkus. Semua biaya ini murni dari patungan warga Rahaka serta donatur yang bersimpati,” ujar Linda Priayanti.

Gerak Cepat Ditengah Keterbatasan
Meski turut terdampak, terutama menghadapi masalah kekurangan air bersih di wilayah Rahaka, semangat berbagi Kelompok Lillah tidak surut. Linda Priayanti bersyukur bahwa warga Rahaka juga aktif mencari sumbangan air bersih dari relasi yang dikenal, menunjukkan upaya mandiri dalam mengatasi masalah internal sembari membantu pihak luar.

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud dukungan masyarakat untuk membantu pemerintah meringankan beban korban. Di lapangan, kebutuhan paling mendesak bagi warga terdampak banjir adalah makanan, terutama nasi, untuk mengisi perut kosong mereka.

“Kami menghimbau kepada masyarakat yang mempunyai rezeki lebih, mari kita bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak korban banjir. Kita jangan berharap pada pemerintah saja, namun kita juga harus ikut membantu untuk meringankan beban para korban,” tegas Linda, menekankan pentingnya peran aktif komunitas dalam situasi darurat.

Kelompok Lillah berkomitmen akan terus menyalurkan makanan dalam bentuk nasi bungkus dan nasi kotak hingga seluruh warga terdampak banjir sudah dapat kembali normal beraktivitas. Mereka berharap, dengan niat tulus membantu, akan selalu ada kemudahan dari Allah SWT untuk mendapatkan donatur yang diperlukan.

Aksi solidaritas Kelompok Lillah dari Lubuk Buaya ini menjadi contoh nyata bagaimana inisiatif dari masyarakat sipil (komunitas) mampu memberikan bantuan cepat dan konkret di tengah masa krisis, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar yang paling vital bagi para korban.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

​Roda Penggerak Ekonomi Pulau Obi: Asosiasi Dump Truck Siap Kawal Lompatan Pembangunan Halmahera Selatan

5 Juni 2026 - 16:21 WIB

Strategi Koperasi Desa Merah Putih Sawahlunto Menuju Ekonomi Mandiri

2 Juni 2026 - 17:42 WIB

Nilai Pancasila Jadi Fondasi Pembangunan Desa Sumbar

2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Dugaan Intimidasi Ketua APDESI Jabar di Pebayuran Bekasi

2 Juni 2026 - 09:30 WIB

Sinergi Ranah Rantau Lahirkan Rumah Tahfiz Tanah Datar

1 Juni 2026 - 22:12 WIB

Dampak Ekonomi Turnamen Sepak Bola bagi Solok

31 Mei 2026 - 20:50 WIB

Trending di RAGAM