Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 25 Jan 2026 03:12 WIB ·

Situbondo Hidupkan Jalur 1.000 KM Lewat Festival Anyer-Panarukan


					Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (batik hijau kombinasi oranye) bersama beberapa kepala daerah saat menemui Mendes PDT Yandri Susanto (batik cokelat) di kantor kementerian setempat, Jakarta (21/1/2026). Perbesar

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo (batik hijau kombinasi oranye) bersama beberapa kepala daerah saat menemui Mendes PDT Yandri Susanto (batik cokelat) di kantor kementerian setempat, Jakarta (21/1/2026).

Jakarta [DESA MERDEKA] – Jalur legendaris sepanjang 1.000 kilometer yang membentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa akan segera memiliki panggung barunya. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menginisiasi gelaran Festival Anyer-Panarukan tahun ini. Bukan sekadar mengenang kerja paksa di era kolonial, festival ini dirancang untuk mengubah narasi sejarah Jalan Raya Pos menjadi penggerak ekonomi kreatif pedesaan masa kini.

Rencana besar ini mulai dimatangkan lewat koordinasi intensif antara Bupati Rio dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) RI, Yandri Susanto, di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Inisiatif Situbondo ini mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat karena dinilai mampu menyulap identitas sejarah menjadi peluang nyata bagi kesejahteraan warga desa.

Sejarah yang Memberdayakan Desa
Bupati Rio menegaskan bahwa festival ini merupakan upaya edukasi agar generasi muda tidak hanya mengenal Anyer-Panarukan sebagai teks di buku sekolah. “Jalur historis ini harus relevan dengan pembangunan desa dan pariwisata saat ini. Kami ingin desa-desa di sepanjang lintasan tumbuh melalui ekonomi kreatif,” jelas Rio.

Untuk mewujudkannya, Pemerintah Kabupaten Situbondo akan berkolaborasi dengan Pemerintah Serang dan Banten sebagai titik nol jalur Anyer. Festival ini nantinya akan dikemas dalam berbagai rangkaian kegiatan, antara lain:

  • Pameran Sejarah Interaktif: Menggali nilai historis jalur Daendels secara mendalam.
  • Pertunjukan Seni Budaya Lintas Daerah: Menampilkan kekayaan tradisi dari Banten hingga Jawa Timur.
  • Pasar Kreatif UMKM Desa: Memberikan panggung bagi produk lokal unggulan desa-desa di sepanjang jalur.

Dukungan Penuh Kemendes PDT
Mendes PDT, Yandri Susanto, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, mengaitkan sejarah dengan kesejahteraan masyarakat desa adalah langkah strategis yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Yandri melihat festival ini dapat menjadi ruang kolaborasi antardaerah yang unik, yang selama ini terpisah secara administratif namun disatukan oleh sejarah jalur yang sama.

“Festival ini mampu memperkuat narasi kebangsaan melalui jalur sejarah yang pernah menjadi tulang punggung mobilitas di Pulau Jawa,” pungkas Yandri. Dengan keterlibatan sejarawan, komunitas budaya, dan anak muda, Festival Anyer-Panarukan diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan yang menempatkan desa sebagai pemeran utamanya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jemu Menunggu Perbaikan, Warga dan Organda Swadaya Benahi Jalan Sakunde–Sambiki

1 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Jalan Kaputusan-Indari Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Halsel Turun Tangan

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM