Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Warga Dusun Rowo Teratai, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, memilih cara yang tak biasa untuk “menyapa” pejabat pemerintah. Melalui aksi pemasangan spanduk damai, mereka meluapkan kekecewaan mendalam atas kondisi jalan utama yang hancur lebur. Akses vital menuju sekolah, puskesmas, hingga pasar ini kini menyerupai kubangan air yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Ketua RT Dusun Rowo Teratai, Kristiawan, menegaskan bahwa aksi ini murni inisiatif warga yang merasa diabaikan. Pasalnya, meski pihak berwenang sering melintasi jalan berlubang tersebut, hingga kini belum ada respons konkret untuk perbaikan. Kondisi minim perawatan ini diduga kuat menjadi penyebab utama terbengkalainya jalur ekonomi satu-satunya bagi warga dusun.
Dilema Petani: Jalan Rusak dan Irigasi Buruk
Keluhan warga Sitiarjo tak berhenti pada urusan aspal. Sebagai masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup pada sektor pertanian, mereka juga menuntut perbaikan kualitas irigasi. Minimnya sarana pendukung pertanian membuat hasil panen sulit dioptimalkan, sementara biaya angkut hasil bumi melambung akibat jalan yang rusak parah.
Peningkatan kualitas pengairan dan penyediaan alat pendukung pertanian menjadi poin tuntutan yang tak bisa ditawar. Warga mendesak pemerintah desa dan kabupaten untuk tidak hanya melihat pembangunan dari sisi administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan substansial petani di lapangan demi meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Titik Terang Melalui Dialog Terbuka
Aksi unik warga ini rupanya membuahkan hasil. Pemerintah desa dan kabupaten akhirnya memberikan sinyal positif dengan menyatakan kesediaan untuk berdialog langsung. Warga Sitiarjo kini menanti langkah nyata dari janji dialog tersebut, berharap bukan sekadar diskusi formalitas, melainkan menghasilkan solusi teknis yang memuaskan semua pihak.
Penyelesaian masalah infrastruktur dan irigasi di Sitiarjo akan menjadi tolok ukur kepedulian pemerintah terhadap pembangunan desa. Bagi warga Dusun Rowo Teratai, perbaikan jalan bukan hanya soal kelancaran berkendara, melainkan tentang hak dasar mereka untuk mendapatkan akses pelayanan publik yang layak dan jaminan keselamatan saat beraktivitas sehari-hari.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.