Tembal, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] – Malam itu, Ahad (16/03/25), Desa Tembal, Bacan Selatan, menjadi saksi bisu kehangatan Ramadhan yang menyentuh hati. Di tengah gemerlap lampu dan alunan qasidah, 16 anak yatim-piatu merasakan secercah kebahagiaan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara menggelar malam tabligh Ramadhan, yang tak hanya berisi tausiah dan doa, tetapi juga uluran tangan nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Rifat, salah satu dari 16 anak yatim-piatu itu, merasakan kehangatan yang lama hilang. Senyum sumringah menghiasi wajah Rifat dan teman-temannya saat Ketua LSM KANe Malut, Risal Jafar Sangaji, menyerahkan santunan. Rifat menyadari, di tengah keterbatasan, dia merasakan bahwa dia tidak sendiri. Ada orang-orang baik yang peduli, yang ingin berbagi kebahagiaan Ramadhan.
Acara yang dihadiri Staf Ahli Kantor Bupati Halmahera Selatan Bidang Pemerintahan, Syaiful Turuy, ini menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama, terutama anak-anak yatim-piatu dan keluarga dhuafa, adalah kewajiban kita bersama. Tausiah dari Al-Ustadz Riswanto Juri mengingatkan kami tentang makna puasa yang sebenarnya, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan buruk. Acara Tabligh Ramadhan ini dihadiri pula oleh Camat Bacan Selatan dan beberapa Kepala Desa di Kecamatan Bacan Selatan, serta tokoh masyarakat Desa Tembal.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, melalui sambutannya yang dibacakan Syaiful Turuy, menekankan pentingnya meningkatkan rasa kasih sayang dan kepedulian di bulan Ramadhan. Ini adalah momentum untuk berbagi, untuk meringankan beban sesama, dan untuk mempererat tali persaudaraan.
Alunan qasidah dari Nurwahidah, penyanyi qasidah populer Maluku Utara, menambah syahdu suasana malam itu.
Lagu-lagu yang dilantunkannya seolah menjadi doa yang mengalir, membawa kedamaian dan harapan bagi kami semua.
Rifat dan teman-temannya, anak-anak yatim-piatu Desa Tembal, tak lupa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada LSM KANe Malut dan semua pihak yang telah peduli.

Santunan ini sangat berarti bagi mereka, bukan hanya materi, tetapi juga perhatian dan kasih sayang yang diberikan. Semoga kebaikan ini dibalas dengan berlipat ganda oleh Allah SWT.
Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang tak terlupakan bagi Rifat dan teman-temannya, sesama anak-anak yatim. Di tengah keterbatasan, mereka merasakan kebahagiaan dan harapan. Mereka belajar bahwa di setiap kesulitan, selalu ada uluran tangan dari orang-orang baik. Mereka juga belajar bahwa berbagi tidak hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang memberikan senyuman, perhatian, dan kasih sayang.
Semoga kisah Rifat ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli terhadap sesama, terutama anak-anak yatim-piatu dan keluarga dhuafa.
Mari kita jadikan setiap Ramadhan sebagai momentum untuk berbagi, untuk meringankan beban sesama, dan untuk mempererat tali persaudaraan.
Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Overseas Study Advisor Nawala Education (Nawala Education Link) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Hidup adalah petualangan yang berani atau tidak sama sekali.” – Helen Keller


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.