Debus Peringati Hari Pahlawan di Cirebon: Mengenang Jiwa Raga Pejuang yang Ikhlas
Cirebon, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Perayaan Hari Pahlawan di Kabupaten Cirebon tahun ini diwarnai dengan helatan seni dan budaya yang menggugah semangat keikhlasan dan pengorbanan. Acara bertajuk “Dangiang Bukit Maneungteung” yang digelar di Desa Waledasem, Kecamatan Waled, menampilkan atraksi debus di Bukit Azimut, Senin (10/11/2025).
Atraksi debus, seni tradisional yang menampilkan kekebalan tubuh dari berbagai senjata tajam, menjadi sorotan utama. Para seniman mempertunjukkan aksi ekstrem seperti menyayat tubuh dengan pisau kecil, pecahan kaca, hingga aksi “perut dibor” dan atraksi bambu gila. Hebatnya, para seniman tersebut tidak mengalami luka sedikit pun, sebuah representasi ketahanan dan kekuatan spiritual.
Kuwu Desa Waledasem, Yanto, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara ini. “Alhamdulillah, kegiatan berlangsung sukses tanpa ekses. Ini adalah momen untuk merefleksikan kembali semangat perjuangan para pahlawan kita,” katanya.
Bukit Azimut: Saksi Bisu Perjuangan yang Terlupakan
Ketua Panitia Dangiang Bukit Maneungteung, Ahmad Hudori, yang akrab disapa Ahud, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Bukit Maneungteung, atau Bukit Azimut, memiliki makna historis yang mendalam. Menurutnya, bukit ini merupakan saksi bisu perlawanan pejuang lokal terhadap penjajah.
“Di bukit inilah, para pejuang bersembunyi, menyusun strategi, dan melancarkan serangan demi kemerdekaan. Sayangnya, besar kemungkinan banyak masyarakat, bahkan di kecamatan ini sendiri, yang tidak mengetahui keberadaan monumen perjuangan yang seakan terlupakan ini,” ungkap Ahud.
Melalui acara seni dan budaya ini, panitia bertekad untuk mengenalkan kembali situs bersejarah tersebut kepada publik. Ia menekankan bahwa pengorbanan jiwa dan raga yang dilakukan para pahlawan harus menjadi pengingat bagi generasi penerus.
“Para pejuang telah mengorbankan segalanya dengan keikhlasan tanpa mengharapkan balasan demi kemerdekaan. Sebagai penerus bangsa, kita wajib mengisi kemerdekaan ini dengan hal positif demi kemajuan bangsa, negara, dan tentu saja desa kita,” ajak Ahud dengan penuh semangat.
Deklarasi Dukungan Pahlawan Nasional dan Peradaban Kuno
Ahud menambahkan, Bukit Azimut tidak hanya menjadi bukti perlawanan militer, tetapi juga menyimpan misteri peradaban kuno, terindikasi dari penemuan fosil hewan laut di lokasi tersebut.
“Lokasi ini memiliki banyak hal menarik, mulai dari perjuangan melawan penjajah hingga jejak peradaban kuno. Karena itu, perlu ada perhatian serius dari semua pihak. Kami berharap kegiatan ‘Dangiang Bukit Maneungteung’ ini menjadi tonggak sejarah baru,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, panitia juga menggelar deklarasi dukungan agar salah satu tokoh pejuang berpengaruh di Cirebon, KH Abbas dari Buntet Pesantren, dapat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.
Ahud mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan acara. Ia menutup dengan harapan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi yang kuat bagi generasi muda, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa ada tempat bersejarah bangsa Indonesia di Cirebon yang harus terus dikenang.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.