Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

KESEHATAN · 28 Agu 2025 18:04 WIB ·

RSUP M. Djamil Ditargetkan Jadi Pusat Pendidikan Dokter Spesialis


					RSUP M. Djamil Ditargetkan Jadi Pusat Pendidikan Dokter Spesialis Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bertekad menjadikan RSUP Dr. M. Djamil (RSAM) sebagai pusat pendidikan dokter spesialis yang unggul dan berstandar tinggi di Indonesia. Target ambisius ini diungkapkan Mahyeldi saat menghadiri acara 2nd International Conference on Advancing Post Graduate Medical Education 2025 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Menurut Mahyeldi, pemerataan layanan kesehatan menjadi prioritas utama yang harus diwujudkan. Salah satu cara paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan ketersediaan dokter spesialis di seluruh wilayah Indonesia. “Selain harus mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, RSAM juga bisa menjadi salah satu pusat pendidikan dokter spesialis. Ini target kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesenjangan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah-daerah terpencil, dapat dikurangi dengan memastikan ketersediaan tenaga medis profesional. Untuk itu, Mahyeldi menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, institusi pendidikan, dan rumah sakit. “Ini penting, semua pihak harus bersatu untuk membantu mewujudkan ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Gubernur Mahyeldi bersama Direktur RSAM dan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan menandatangani dokumen kesepakatan bersama. Ada empat poin utama yang disepakati, yaitu mewujudkan tata kelola rumah sakit yang profesional, menguatkan peran dewan pengawas, mendukung integrasi data rumah sakit ke Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKN), serta menjadikan RSAM sebagai penyelenggara pendidikan dokter spesialis, termasuk pendidikan berbasis rumah sakit.

Acara konferensi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Menko PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, James A. Arrighi selaku CEO ACGME International, serta tujuh kepala daerah lainnya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan luas terhadap upaya peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan melalui pendidikan dokter spesialis.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

RSUD Depati Hamzah Raih Predikat Bintang Enam BPJS Kesehatan

27 Februari 2026 - 14:07 WIB

Langkah SIPADI Ubah Pola Asuh Orang Tua di Tegal

23 Februari 2026 - 04:27 WIB

BPJS Kesehatan Masuk Desa: Solusi Akhiri Kebingungan Warga Tulungagung

17 Februari 2026 - 19:08 WIB

Bukan Sekadar Cek Gratis, Warga Maja Baru Diedukasi Sehat

7 Februari 2026 - 18:35 WIB

Bangsalsari Jadi Lumbung Darah, Pasok Stok PMI Kabupaten Jember

7 Februari 2026 - 15:37 WIB

RSUD Achmad Muchtar Kini Selevel Rumah Sakit Luar Negeri

30 Januari 2026 - 09:16 WIB

Trending di KESEHATAN