Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 24 Mei 2023 16:05 WIB ·

Ritual Adat Warnai Pembangunan Balai Cagar Budaya Flores Timur


					Ritual Adat Warnai Pembangunan Balai Cagar Budaya Flores Timur Perbesar

Flores Timur [DESA MERDEKA] – Proses pembangunan Balai Cagar Budaya di Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tidak hanya melibatkan perhitungan teknis. Akan tetapi, serangkaian ritual berbasis budaya dan kearifan lokal desa setempat turut mewarnai setiap tahapan pembangunannya.

Sebagai contoh, pada Senin (22/5/2023), masyarakat dan pemerintah desa menggelar upacara seremonial. Upacara ini diawali dengan ritual Ba’u Lolon Amet Marin. Pemangku adat memimpin ritual ini di salah satu sudut lokasi berdirinya tiang bangunan.

Selain ritual tersebut, upacara berlanjut dengan penyembelihan seekor ayam jantan oleh pemangku adat. Penyembelihan ini merupakan kurban persembahan. Persembahan ditujukan kepada Lera Wulan Tanah Ekan, yang diyakini sebagai penguasa tertinggi langit dan bumi. Selain itu, persembahan juga ditujukan kepada leluhur lewotanah, yang dipercaya hidup dalam keabadian.

Darah dari ayam jantan yang disembelih kemudian dioleskan pada setiap sudut tiang bangunan. Tindakan ini memiliki makna simbolis. Masyarakat setempat percaya bahwa kekuatan dan kokohnya bangunan berasal dari kekuatan sang pencipta alam semesta, Lera Wulan Tanah Ekan.

Perlu diketahui, pembangunan Balai Cagar Budaya ini merupakan salah satu proyek fisik di Desa Adobala pada tahun 2023. Proyek ini menelan anggaran Dana Desa sebesar Rp75.239.450. Lokasi pembangunan berada di Dusun II, berbatasan langsung dengan Kantor Kepala Desa Adobala dan salah satu rumah adat, Lango Belen.

Sebagai bagian dari pembangunan fisik desa, proses pembangunan balai budaya ini selaras dengan kepercayaan masyarakat adat. Mereka menyadari bahwa selain eksistensi manusia sebagai makhluk utuh, terdapat pula dimensi spiritual yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, rangkaian seremonial adat selalu dilaksanakan dalam setiap pembangunan sebagai tradisi turun-temurun masyarakat adat Desa Adobala. Tradisi ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pembangunan fisik dan nilai-nilai budaya lokal.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 125 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Layanan Kesehatan Gratis KAI Dekatkan Medis Warga Bumiayu

16 September 2026 - 12:21 WIB

Air Kembali Mengalir, LPPM UNEJ dan PATPI Ringankan Beban Perempuan Desa Tadho

8 September 2026 - 08:53 WIB

Perempuan Desa Tado

Duka Pantai Selatan: Lelah Pamong Desa Menjaga Asa

5 September 2026 - 20:29 WIB

Lautan Cahaya Lilin Sambut Bunda Maria di Malaka

2 September 2026 - 22:47 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat: Denyut Budaya Sumbar Ada di Tangan Masyarakat

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Jangan Tangkap Ikan Kecil, Bongkar Bandar Togel Papua!

29 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Trending di SOSBUD