Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

POLITIK · 2 Sep 2025 08:37 WIB ·

Ribuan Massa di Padang Demo Damai, Wagub Sumbar Ajak Kolaborasi


					Ribuan Massa di Padang Demo Damai, Wagub Sumbar Ajak Kolaborasi Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Gelombang aspirasi tumpah di Kota Padang, Sumatera Barat, saat ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa pada 1 September 2025. Unjuk rasa ini melibatkan aliansi mahasiswa BEM se-Sumbar, organisasi Cipayung Plus, masyarakat umum, bahkan pengemudi ojek daring. Mereka menyuarakan berbagai isu, baik skala nasional maupun daerah. Sekitar pukul 17.33 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib setelah tuntutan mereka diterima oleh pihak berwenang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menunjukkan respons positif dengan kehadiran langsung Wakil Gubernur (Wagub), Vasko Ruseimy. Kehadiran Vasko menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap suara rakyat. Ia menyatakan kebanggaannya, menyebut bahwa aksi damai ini adalah cerminan nilai luhur Minangkabau: Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Alhamdulillah, hari ini kita membuktikan kepada masyarakat Indonesia bahwa Sumatera Barat memiliki adab yang tinggi dan bermartabat,” ujar Vasko. Ia juga secara terbuka mengakui bahwa Pemprov dan DPRD masih memiliki banyak kekurangan dan berjanji akan terus berbenah. Ia berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat kritis mereka dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar yang mencoba memperkeruh suasana.

Anggota DPRD Sumbar, termasuk Ketua DPRD Muhidi, turut hadir untuk menemui massa aksi. Sebagai bentuk komitmen, Muhidi bersama perwakilan fraksi lainnya menandatangani beberapa poin tuntutan. “Kami akan kawal dan sampaikan ke pusat,” janji Muhidi di hadapan ribuan peserta.

Adapun tuntutan yang disuarakan mencakup berbagai hal, di antaranya pembenahan keanggotaan DPR, pengesahan RUU Perampasan Aset, reformasi total di institusi Polri, serta transparansi dalam penanganan kasus kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek daring. Kasus tersebut menjadi salah satu pemicu unjuk rasa, setelah Affan meninggal akibat terlindas kendaraan taktis Brimob.

Aksi damai yang penuh etika ini membuktikan bahwa masyarakat Minang mampu menyampaikan pendapat dengan santun dan penuh martabat. Pemprov Sumbar berkomitmen untuk terus mendengar dan menyalurkan aspirasi rakyat dengan cara yang bermartabat, sejalan dengan ajakan Wagub Vasko untuk terus bergandengan tangan membangun Ranah Minang yang lebih baik.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gelombang Gen Z Guncang Benteng Petahana Desa Tamansari

20 September 2026 - 18:26 WIB

Peta Senyap di Karanghaur: Menakar Realitas Politik Panggung Desa

16 September 2026 - 16:15 WIB

Fraksi PDI Perjuangan-PKB Sampaikan Pandangan Umum terhadap Ranperda Perubahan APBD Sumbar 2026

15 September 2026 - 19:48 WIB

Saat Sirene Pemilu Padam, Advokasi Kaum Akar Rumput Menyala

30 Juli 2026 - 22:23 WIB

PDI-P Dorong Ronaldo Asury Maju Pilkada Malaka 2030

26 Juli 2026 - 14:23 WIB

Membangun Sumatra Barat dari Kekuatan Identitas Budaya Nagari

19 Juli 2026 - 21:50 WIB

Trending di POLITIK