Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 9 Feb 2026 14:06 WIB ·

Referendum Rakyat: Faidil Wiranda Kembali Pimpin Mesjid Guci Rumpong


					Panitia memeriksa surat suara saat  rekapitulasi suara Pilchiksung Gampong Mesjid Guci Rumpong yang memastikan kemenangan incumbent Faidil Wiranda, Sabtu (8/2).(Ist) Perbesar

Panitia memeriksa surat suara saat rekapitulasi suara Pilchiksung Gampong Mesjid Guci Rumpong yang memastikan kemenangan incumbent Faidil Wiranda, Sabtu (8/2).(Ist)

Pidie, DI Aceh [DESA MERDEKA] Politik tingkat desa sering kali menjadi cermin paling jujur dari kepuasan rakyat. Di Gampong Mesjid Guci Rumpong, pemilihan keuchik (kepala desa) yang berlangsung Sabtu (8/2/2026) berakhir dengan pesan tegas: keberlanjutan lebih dipercaya daripada janji baru. Faidil Wiranda, sang petahana (incumbent), resmi terpilih kembali untuk menakhodai gampong periode 2026–2032.

Dalam kontestasi ini, Faidil berhasil mengamankan 104 suara sah, mengungguli penantangnya, Wahyunda Cahyanna, yang memperoleh 78 suara. Dengan total 182 suara sah dari 210 pemilih yang hadir, kemenangan ini menjadi bukti bahwa rekam jejak Faidil selama periode sebelumnya dinilai memuaskan oleh mayoritas warga.

Faidil Wiranda, sang petahana (incumbent) Gampong Mesjid Guci Rumpong

Kemenangan Atas Dasar Rekam Jejak
Kemenangan petahana dalam politik lokal bukan sekadar memenangkan angka, melainkan sebuah “referendum kecil” atas kinerjanya selama ini. Di saat banyak pemimpin desa tumbang saat diuji ulang, warga Mesjid Guci Rumpong justru memilih untuk tidak berspekulasi dengan figur baru.

Camat Peukan Baro, Iswadi, S.HI., bersama unsur Forkopimcam yang mengawal langsung proses pemungutan suara, memastikan bahwa demokrasi berjalan tertib dan transparan. Kehadiran negara dalam proses ini menutup ruang bagi klaim sepihak maupun delegitimasi hasil pemilihan.

Menanggalkan Atribut, Mengemban Tanggung Jawab
Usai rekapitulasi suara ditempelkan di papan pengumuman, panggung kompetisi praktis berakhir. Kini, tantangan sebenarnya ada di pundak Faidil Wiranda. Mandat enam tahun ke depan bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membuktikan bahwa kepercayaan warga tidak salah tempat.

Warga kini menanti eksekusi program pembangunan gampong yang lebih nyata. Sejarah gampong akan mencatat apakah kemenangan kali ini menjadi batu pijakan menuju kemajuan, atau sekadar pengulangan rutinitas birokrasi. Satu hal yang pasti, rakyat telah berbicara, dan suara mereka adalah mandat yang harus dimuliakan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wisata Taman Pelangi Dengkol: Ketika Disiplin Tata Kelola Melahirkan Inovasi

30 Juni 2026 - 08:13 WIB

Wisata Taman Pelangi Dengkol

Pemdes Rabasa Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Lewat Dana Desa 2026, TPP Malaka Barat Apresiasi Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

29 Juni 2026 - 20:25 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo, Warisan Sejarah yang Menggerakkan Pembangunan Desa

28 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo

Bupati Ingkar Janji, Warga Marubun Lokkung Simalungun Terisolasi

27 Juni 2026 - 22:42 WIB

Drs. Nasril Menang Pilwana Guguak Kuranji Hilir, Diwarnai Protes Warga yang Kehilangan Hak Pilih

27 Juni 2026 - 20:43 WIB

Dari Warga untuk Desa: Warnai Musdes RKP 2027 Tamanharjo

25 Juni 2026 - 20:01 WIB

Trending di DESA