Denpasar, Bali [DESA MERDEKA] – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, memproyeksikan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) sebagai kunci utama percepatan SDGs Desa di wilayah timur Indonesia. Melalui kolaborasi strategis dengan International Fund for Agriculture Development (IFAD), program ini ditargetkan menyentuh langsung kehidupan 1,8 juta orang di pelosok negeri.
Gus Halim menegaskan bahwa keberhasilan Tekad akan diukur dari peningkatan status desa yang signifikan. Untuk itu, kolaborasi antara kader kampung dan pendamping desa di lapangan menjadi harga mati guna memastikan ekonomi perdesaan bergerak lebih inklusif dan mandiri.
Membidik 1.720 Desa di Enam Provinsi
Program Tekad bukan sekadar wacana. Targetnya sangat ambisius: meningkatkan penghasilan sekitar 412.300 rumah tangga yang tersebar di 25 kabupaten pada enam provinsi prioritas. Lokasi sasaran mencakup 500 desa inti dan 1.220 desa klaster yang menjadi titik fokus transformasi ekonomi.
“Sinergi ini krusial agar Program Tekad berhasil secara optimal,” ujar Gus Halim saat membuka Workshop Nasional di Bali. Fokusnya jelas, yakni memperkuat ekonomi lokal agar masyarakat di Indonesia Timur dapat merasakan keadilan pembangunan secara terukur.
Mandat IFAD: Tata Kelola dan Perencanaan Inklusif
Country Director IFAD, Hani Elsadani, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung prioritas Pemerintah Indonesia. Program Tekad didesain dengan dua fokus utama: memperbaiki tata kelola lokal desa dan mendorong proses perencanaan pembangunan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat (inklusif).
| Komponen Program | Target & Fokus |
| Manfaat Langsung | 1.855.350 orang penerima manfaat |
| Wilayah Sasaran | 500 desa inti & 1.220 desa klaster |
| Fokus Utama | Tata kelola desa & perencanaan inklusif |
| Tujuan Akhir | Transformasi ekonomi desa yang lestari |
IFAD optimis bahwa dengan mengoptimalkan potensi lokal, desa-desa di wilayah timur dapat menghapus kesenjangan ekonomi secara mandiri. Program ini menjadi bukti bahwa akselerasi SDGs Desa adalah kerja kolaboratif demi kesejahteraan di tingkat akar rumput.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.