Bengkulu [DESA MERDEKA] – Wajah Kelurahan Semarang, Kecamatan Sungai Serut, mendadak riuh pada Senin (21/1/2025). Bukan karena urusan kriminalitas, melainkan aksi puluhan personel Polresta Bengkulu yang turun ke tanah untuk menanam jagung. Aksi ini menandai peluncuran program unik bertajuk “Penanaman Jagung Serentak 1 Desa 1 Hektar”, sebuah strategi “jemput bola” kepolisian untuk memperkuat kedaulatan pangan di tingkat lokal.
Langkah ini merupakan instruksi langsung Presiden RI melalui program Astacita yang diterjemahkan secara taktis oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Anwar. Polresta Bengkulu tidak ingin program ini hanya menjadi seremonial belaka. Dengan target satu hektar jagung di setiap kelurahan, polisi kini berperan sebagai mitra strategis petani untuk memastikan tidak ada lahan produktif yang menganggur.
“Launching kami gelar di Kelurahan Semarang, Jalan Irian. Setelah ini, seluruh kelurahan lain akan mengikuti instruksi Bapak Kapolda untuk mengelola satu hektar lahan jagung di wilayah masing-masing,” ujar Wakapolresta Bengkulu, AKBP Max Mariners, saat memberikan keterangan di lokasi penanaman.
Sinergi Digital dan Ketahanan Ekonomi
Uniknya, aksi di lapangan ini dikomandoi langsung secara virtual. Sebelum cangkul pertama diayunkan, para personel dan tokoh masyarakat menyimak arahan Kapolda Bengkulu melalui zoom meeting dari Kabupaten Bengkulu Utara. Pola koordinasi ini memastikan setiap polsek memiliki standar yang sama dalam pendampingan ketahanan pangan.
Lebih dari sekadar menanam, program ini membawa misi mengubah mentalitas masyarakat. Polresta Bengkulu ingin menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) masyarakat terhadap ketersediaan pangan mandiri. Jika setiap kelurahan mampu swasembada jagung, ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat ditekan, yang pada akhirnya akan memperkuat struktur ekonomi daerah.
Polisi Sebagai Penggerak Swasembada
Kehadiran Polri di lahan pertanian ini diharapkan menjadi katalisator bagi warga yang selama ini ragu untuk mengoptimalkan lahan mereka. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, dan warga, Bengkulu diproyeksikan menjadi contoh nyata daerah yang sukses menjalankan mandat Astacita.
Program penanaman jagung ini bukan hanya soal urusan perut, melainkan soal harga diri bangsa untuk mencapai swasembada pangan. Polresta Bengkulu membuktikan bahwa seragam cokelat tidak hanya gagah di jalan raya, tetapi juga produktif di ladang demi kesejahteraan masyarakat luas.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.