Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

POLITIK · 8 Feb 2026 13:23 WIB ·

Politik Hijau Malaka: Pohon Asam Amankan Tanggul Sungai Benenai


					Kades Naimana, Wakil Ketua II DPRD kabupaten Malaka dan Ketua DPC Partai Gerindra Malaka, simbolis tanam anakan Bambu di tanggul Naimana, (foto Istimewa) Perbesar

Kades Naimana, Wakil Ketua II DPRD kabupaten Malaka dan Ketua DPC Partai Gerindra Malaka, simbolis tanam anakan Bambu di tanggul Naimana, (foto Istimewa)

Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Perayaan ulang tahun partai politik biasanya identik dengan panggung orasi, namun di Kabupaten Malaka, momentum ini justru menjadi ajang penyelamatan lingkungan. Dalam rangka HUT Partai Gerindra, kawasan Hutan Lindung Wemer dan Tanggul Naimana kini menjadi sasaran penanaman ratusan anakan pohon asam dan bambu guna membentengi wilayah hilir dari ancaman banjir tahunan.

Langkah strategis ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa Naimana dan Kepala Desa Lakekun Barat. Mereka menilai pemilihan jenis tanaman tersebut sangat akurat untuk memperkuat struktur tanah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenai yang selama ini menjadi titik rawan erosi dan luapan banjir.

“Ini adalah langkah nyata untuk menjaga keselamatan warga Naimana yang bermukim tepat di bantaran sungai. Kolaborasi ini sangat krusial,” ungkap para kepala desa saat mendampingi penanaman simbolis, Minggu (8/2/2026).

Bambu dan Asam: “Paku” Alami Pencegah Erosi
Pemilihan pohon asam dan bambu bukan tanpa alasan teknis. Secara ekologis, akar bambu dikenal mampu mengikat tanah dengan sangat kuat di area miring, sementara pohon asam memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca ekstrem di NTT. Penanaman ini dipimpin langsung oleh Benny Chandradinata, Ketua DPC Partai Gerindra Malaka sekaligus Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi NTT.

Gotong Royong Tanpa Instruksi
Fenomena menarik terlihat saat proses penanaman berlangsung. Tanpa menunggu komando dari pejabat atau panitia, warga setempat secara sukarela membawa alat dan menggali lubang tanam. Aksi spontan ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat yang tinggi bahwa hutan lindung dan kawasan DAS adalah napas kehidupan desa mereka.

Kegiatan ini membuktikan bahwa momentum politik bisa diarahkan menjadi kerja-kerja konservasi yang berdampak langsung pada keselamatan publik. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan unsur politik ini diharapkan menjadi standar baru dalam menjaga kelestarian alam di Kabupaten Malaka, sekaligus memastikan Tanggul Naimana tidak lagi menjadi ancaman saat musim penghujan tiba.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jen Natalia Fokus Pemberdayaan Masyarakat Malaka

23 Mei 2026 - 08:57 WIB

Solid Bergerak! Musancab PDI-P Padang Pariaman Bakar Semangat Ratusan Kader

1 Mei 2026 - 09:33 WIB

Musda KNPI Papua Barat Daya: Akhiri Era Pemuda Seremonial

27 April 2026 - 02:36 WIB

Pasar Tradisional Sekarat: Jeritan Anak Pedagang Menggugat Khofifah

21 April 2026 - 06:59 WIB

Foto: Hasil Rekayasa Ai, Baret Meluapkan Kemarahan

Lawan Godzilla El-Nino, Sektor Pertanian dan Perikanan Jadi Fokus Utama

13 April 2026 - 18:33 WIB

Ziarah Mohammad Yamin: Misi Senior PP Perkuat Solidaritas Organisasi

12 April 2026 - 06:03 WIB

Trending di POLITIK