Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

LINGKUNGAN · 9 Agu 2024 15:28 WIB ·

Petani Patah Hati Akibat Kekeringan Desa Ponggok Kediri


					Petugas BPBD Kabupaten Kediri mengisi tandon air warga di Dusun Tumpaknongko, Desa Ponggok. Total ada 345 warga di sana yang kesulitan air bersih. (Image courtesy : Radar Kediri) Perbesar

Petugas BPBD Kabupaten Kediri mengisi tandon air warga di Dusun Tumpaknongko, Desa Ponggok. Total ada 345 warga di sana yang kesulitan air bersih. (Image courtesy : Radar Kediri)

Kediri, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Napas pertanian di Dusun Baran, Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mendadak mandek. Di atas tanah yang meranggas, harapan para petani rontok bersama bunga-bunga cabai yang mati muda dan batang-batang tebu yang terpaksa ditebang dini sebelum waktunya. Dampak kekeringan Desa Ponggok Kediri bagi petani bukan lagi sekadar ancaman musiman, melainkan hantaman telak pada isi dompet dan dapur mereka.

Jumirah, salah satu petani setempat, hanya bisa menatap nanar ladangnya. Tanaman cabai yang sedianya siap mendatangkan untung, justru layu karena dehidrasi ekstrem. Kasus serupa menimpa Parlan, petani tebu yang terpaksa melakukan tebang penyelamatan demi memutus kerugian yang lebih dalam. Baginya, modal pupuk yang mahal kini menguap bersama hilangnya air irigasi.

Ironinya, petaka ini berakar dari hulu. Debit mata air di Desa Petungroto menyusut drastis, yang otomatis memutus urat nadi saluran irigasi ke tiga wilayah sekaligus: Dusun Baran, Karangwaru, dan Ponggok. Efek domino pun bergulir; air untuk sejengkal tanah sawah hilang, air untuk kebutuhan dasar manusia pun langka.

Sebanyak 114 kepala keluarga atau sekitar 345 jiwa di kawasan tersebut kini menggantungkan hidup pada tangki-tangki bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, menyatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pasokan darurat ini tetap terjaga.

Namun, respons birokrasi kerap kali harus melewati jalur yang berliku. Untuk solusi jangka panjang seperti pemasangan pipa baru, BPBD masih harus berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Sementara untuk urusan modal petani yang hangus akibat gagal panen, penanganannya digeser ke ranah Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Di tengah sekat-sekat regulasi dinas tersebut, warga Dusun Baran memilih bergerak mandiri tanpa menunggu ketukan palu anggaran. Dipelopori oleh Suparlan dan warga lainnya, mereka secara swadaya patungan tenaga dan materi untuk membedah serta memperbaiki jaringan pipa yang tersumbat. Hasilnya instan, aliran air mulai merayap keluar. Gerakan akar rumput ini membuktikan bahwa di tengah lambatnya pipa birokrasi, kekompakan warga adalah pancuran air yang sesungguhnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 89 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Kolaborasi Anambas Foundation Ubah Wajah Lingkungan Kuala Maras

8 Juni 2026 - 13:19 WIB

Ancaman Agraria dan Bencana Ekologis Desa di Banjarnegara

26 Mei 2026 - 13:07 WIB

Bantuan Mobil Sampah Pangkas Transit Limbah Tarempa Barat

22 Mei 2026 - 16:34 WIB

Trending di LINGKUNGAN