Jakarta [DESA MERDEKA] – Teknologi digital boleh saja mengotomatisasi dunia, namun ruh pembangunan desa tetap berada di tangan manusia. Poin krusial inilah yang mendasari alasan mengapa peran pendamping desa sama sekali tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau mesin secanggih apa pun. Pendamping memiliki empati untuk mendidik, mengayomi, dan menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat di akar rumput.
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa seluruh muara dari perputaran ekonomi dan pembangunan infrastruktur di desa harus berorientasi pada satu hal: pembangunan manusia. Guna mencapai target Indonesia Emas 2045, peningkatan kapasitas ragam pegiat desa menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.
“Pembangunan desa itu bertujuan untuk pembangunan manusia. Sehingga seluruh kegiatan pembangunan, baik ekonomi maupun infrastruktur yang lain itu orientasinya adalah kepada pembangunan manusia,” ujar menteri yang akrab disapa Gus Halim tersebut.
Saat menutup agenda konsolidasi pelatihan pegiat desa di Jakarta, Profesor Kehormatan UNESA ini mengingatkan beratnya tantangan abad ke-21. Di tengah ketidakpastian revolusi industri keempat, penguatan kompetensi tenaga pendamping profesional (TPP) adalah benteng utama. Tanpa pemahaman ideologi pembangunan yang kuat, desa akan gagap menghadapi kompetensi pasar global.
Mantan Ketua DPRD Jawa Timur tersebut berharap, setiap pendamping mampu membawa virus perubahan positif, baik bagi performa pribadi maupun warga binaannya. Sentuhan humanis dari para pendamping inilah yang akan mengawal arah kebijakan desa agar tetap berjalan di relnya—bukan sekadar membangun fisik, melainkan menghidupkan manusianya.
Dalam agenda penutupan pelatihan tersebut, sejumlah pejabat teras kementerian turut hadir mendampingi Gus Halim, di antaranya Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela, Staf Khusus Nasrun Annahar, dan Sekretaris BPSDM Rosyid.
Team Redaksi Untuk Kiriman Rilis Berita
Email : mydesamerdeka@gmail.com


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.