Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 6 Jul 2024 19:07 WIB ·

Peran Pendamping Desa Tak Tergantikan Teknologi Digital


					Peran Pendamping Desa Tak Tergantikan Teknologi Digital Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Teknologi digital boleh saja mengotomatisasi dunia, namun ruh pembangunan desa tetap berada di tangan manusia. Poin krusial inilah yang mendasari alasan mengapa peran pendamping desa sama sekali tidak bisa digantikan oleh kecerdasan buatan atau mesin secanggih apa pun. Pendamping memiliki empati untuk mendidik, mengayomi, dan menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat di akar rumput.

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menegaskan bahwa seluruh muara dari perputaran ekonomi dan pembangunan infrastruktur di desa harus berorientasi pada satu hal: pembangunan manusia. Guna mencapai target Indonesia Emas 2045, peningkatan kapasitas ragam pegiat desa menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

“Pembangunan desa itu bertujuan untuk pembangunan manusia. Sehingga seluruh kegiatan pembangunan, baik ekonomi maupun infrastruktur yang lain itu orientasinya adalah kepada pembangunan manusia,” ujar menteri yang akrab disapa Gus Halim tersebut.

Saat menutup agenda konsolidasi pelatihan pegiat desa di Jakarta, Profesor Kehormatan UNESA ini mengingatkan beratnya tantangan abad ke-21. Di tengah ketidakpastian revolusi industri keempat, penguatan kompetensi tenaga pendamping profesional (TPP) adalah benteng utama. Tanpa pemahaman ideologi pembangunan yang kuat, desa akan gagap menghadapi kompetensi pasar global.

Mantan Ketua DPRD Jawa Timur tersebut berharap, setiap pendamping mampu membawa virus perubahan positif, baik bagi performa pribadi maupun warga binaannya. Sentuhan humanis dari para pendamping inilah yang akan mengawal arah kebijakan desa agar tetap berjalan di relnya—bukan sekadar membangun fisik, melainkan menghidupkan manusianya.

Dalam agenda penutupan pelatihan tersebut, sejumlah pejabat teras kementerian turut hadir mendampingi Gus Halim, di antaranya Kepala BPSDM Luthfiyah Nurlaela, Staf Khusus Nasrun Annahar, dan Sekretaris BPSDM Rosyid.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT