Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 30 Agu 2025 16:59 WIB ·

Pemprov Sumbar Turun Tangan Atasi Dampak Kebakaran Pasar Payakumbuh


					Pemprov Sumbar Turun Tangan Atasi Dampak Kebakaran Pasar Payakumbuh Perbesar

Payakumbuh, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung lokasi kebakaran hebat yang melanda Pasar Payakumbuh, Jumat (29/8/2025). Kunjungan ini merupakan respons cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar dalam menyikapi musibah yang menyebabkan ratusan toko dan lapak pedagang hangus terbakar pada Selasa (26/8) lalu.

Dalam kunjungannya, Gubernur Mahyeldi didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, serta jajaran Forkopimda dan kepala dinas terkait. Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah tersebut, seraya menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan ujian bagi Sumatera Barat, mengingat kebakaran serupa juga terjadi di Pasar Sawahlunto.

“Atas nama pemerintah provinsi, kami ikut berduka. Ini adalah musibah besar. Sumbar sedang diuji dengan bencana ini,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan pentingnya kekompakan antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat untuk mencari solusi terbaik. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah pendataan akurat terkait pedagang dan pemilik toko yang terdampak. “Data harus jelas, jangan sampai ada yang tumpang tindih, agar penanganannya tepat sasaran,” tegasnya. Mahyeldi juga meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan dan fokus pada kebersamaan dalam menghadapi musibah.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyambut baik kedatangan gubernur sebagai bentuk dukungan moral bagi warga. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh telah berkoordinasi secara intensif dan mulai mendata pedagang yang terdampak. “Kami sudah menyiapkan posko dan terus berupaya mencari solusi terbaik,” kata Elzadaswarman, sembari menambahkan salah satu usulan pedagang adalah penyediaan atap atau kanopi sementara untuk berjualan.

Sementara itu, Sekda Kota Payakumbuh, Rida Ananda, memaparkan tantangan besar yang dihadapi Pemkot dalam penanganan bencana ini. Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) yang tersedia hanya sekitar Rp788 juta, jauh dari kebutuhan total. “Untuk santunan pedagang saja kami butuh lebih dari Rp4 miliar dan relokasi sekitar Rp4 miliar lagi,” ungkap Rida. Oleh karena itu, Pemkot telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah provinsi dan kementerian terkait. Dengan dukungan penuh, diharapkan proses relokasi dan pembangunan kembali kios pedagang bisa segera terlaksana.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Desa Digital Dengkol: Menyiapkan Generasi Z di Tengah Efisiensi Anggaran

18 Juli 2026 - 20:08 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Ruas Jalan Desa Rusak Parah, Warga Loleo Berharap Perhatian Bupati Halmahera Selatan

3 Juli 2026 - 10:37 WIB

Trending di RAGAM