Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 4 Sep 2025 18:25 WIB ·

Pemkab Halsel Bungkam, Warga Desa Baru Tuntut Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Dana Desa


					Pemkab Halsel Bungkam, Warga Desa Baru Tuntut Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Dana Desa Perbesar

Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Masyarakat Desa Baru, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, kembali mendesak penegak hukum agar segera mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana desa yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Munir Hi. Halek. Aksi demonstrasi yang digelar warga pada Senin, 1 September 2025, merupakan puncak kekecewaan mereka terhadap Kades yang dianggap telah menyalahgunakan kebijakan dan anggaran desa hingga ratusan juta rupiah.

Aksi protes ini tidak hanya ditujukan kepada Kades Munir Hi. Halek, melainkan juga menyoroti sikap bungkam Pemerintah Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), dan Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan. Menurut Ketua Divisi Investigasi LSM-KANe, Asbar Sandiah, ketiga instansi tersebut seolah-olah menutup mata terhadap persoalan yang berlarut-larut ini. “Kami melihat ada keanehan. Pemerintah daerah, DPMD, dan Inspektorat terkesan diam saja, padahal dugaan penyelewengan ini sudah sangat jelas dan merugikan masyarakat,” ujar Asbar.

Berdasarkan investigasi LSM-KANe, dugaan penyimpangan dana desa tersebut meliputi berbagai proyek fiktif dan penggelembungan anggaran. Beberapa program yang seharusnya terlaksana, seperti pembangunan infrastruktur desa dan pemberdayaan masyarakat, tidak terealisasi secara maksimal atau bahkan mangkrak. Kondisi ini membuat warga Desa Baru merasa hak-hak mereka diabaikan, sementara Kades Munir Hi. Halek diduga menikmati keuntungan pribadi dari dana yang seharusnya untuk kesejahteraan desa.

Masyarakat menuntut agar Bupati Halmahera Selatan, bersama instansi terkait, segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta agar Kades Munir Hi. Halek dicopot dari jabatannya dan kasus ini diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai aturan yang berlaku. Sikap pasif pemerintah daerah dianggap memperlambat penanganan kasus, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan publik.
“Kami tidak akan berhenti sampai ada kejelasan. Dana desa adalah amanah dari negara untuk rakyat, bukan untuk memperkaya diri. Kami berharap pihak kepolisian dan kejaksaan segera turun tangan, melakukan audit investigasi, dan menindaklanjuti temuan-temuan ini,” tambah salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, DPMD, maupun Inspektorat terkait tuntutan dan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Baru. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa ada upaya pembiaran dari pihak-pihak berwenang, yang berpotensi menghambat proses penegakan hukum dan keadilan bagi masyarakat.

Disclaimer Berita:
Berita ini ditulis berdasarkan informasi dan tuntutan yang disampaikan oleh masyarakat serta investigasi awal oleh LSM-KANe. Semua pihak yang disebutkan dalam berita ini berhak memberikan klarifikasi atau tanggapan. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang mungkin timbul dari penggunaan informasi ini. Tuntutan dan dugaan yang disampaikan masih perlu dibuktikan secara hukum.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 91 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jalan Kaputusan-Indari Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Halsel Turun Tangan

29 September 2026 - 16:06 WIB

Camat Hasyim Adnan Adha Konsolidasikan 12 Pj Kades se-Kecamatan Pebayuran

29 September 2026 - 11:51 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM