Jakarta [DESA MERDEKA] – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa kini tengah meramu strategi besar untuk memandirikan desa. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyusunan modul tematik khusus yang dirancang sebagai panduan baku pelatihan aparatur desa. Upaya ini merupakan mandat Undang-Undang Desa guna memastikan kualitas pelayanan di akar rumput tidak lagi dilakukan secara serampangan.
Direktur Jenderal Bina Pemdes, Eko Prasetyanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa keberadaan modul adalah ruh dari sebuah pelatihan. “Tanpa modul, tidak ada pelatihan yang bisa berjalan dengan baik,” ujar Eko dalam lokakarya di Jakarta. Modul ini diharapkan menjadi instrumen yang sistematis agar aparat desa memiliki kompetensi yang terukur dalam mengelola pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Formula Pelatihan: Bukan Sekadar Berkumpul
Eko menekankan bahwa pelatihan yang berkualitas harus memperhatikan tiga faktor krusial: masukan (input), proses, dan keluaran (output). Masukan instrumen seperti kurikulum, modul, dan pelatih profesional harus dipadukan dengan lingkungan belajar yang kondusif. Dengan pengelolaan faktor-faktor ini secara serius, target menciptakan desa yang berdaya saing tinggi dapat tercapai secara optimal.
Pelatihan aparatur desa di masa depan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus dinamis dan berkelanjutan. Dinamika di lapangan menuntut setiap pelatihan memiliki tolak ukur keberhasilan yang jelas agar tujuan utama UU Desa—yakni desa yang maju, mandiri, dan sejahtera—bisa terwujud melalui tangan-tangan aparatur yang kompeten.
Membangun Desa Melalui Partisipasi Diskusi
Penyusunan modul tematik ini juga melibatkan diskusi mendalam antar-pakar dan praktisi. Kemendagri berharap keterlibatan aktif semua pihak dalam lokakarya ini mampu melahirkan materi pelatihan yang relevan dengan kebutuhan desa saat ini. Partisipasi ini menjadi kunci agar kebijakan yang lahir dari pusat benar-benar bisa “membumi” dan memberikan dampak langsung pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.