Wamena, Jayawijaya [DESA MERDEKA] – Pelajar SMP dan SMA di Wamena, Papua Pegunungan, menggelar aksi demo damai menolak program makanan bergizi gratis (MBG) dan menuntut hak pendidikan bermutu gratis (PBG). Aksi ini dipusatkan di Menara Salib depan Kantor Bupati Jayawijaya dan dilanjutkan dengan penyampaian orasi/aspirasi di Kantor Gubernur Papua Pegunungan.
Aksi demo damai ini serupa dengan aksi yang dilakukan oleh pelajar di Kabupaten Yahukimo pada tanggal 6 Februari 2025 yang juga menolak makanan gratis dari pemerintah pusat.
Setelah terpilihnya Prabowo-Gibran sebagai Presiden dan Wakil Presiden, salah satu program prioritas utama mereka adalah makan siang gratis. Namun, usulan program ini menuai banyak protes dan penolakan dari berbagai pihak.
Para pendemo menyatakan bahwa di tanah Papua, tidak ada istilah kelaparan ataupun kekurangan pangan. Papua berlimpah dengan makanan. Sehingga program Presiden dan Wakil Presiden (Prabowo-Gibran) makan siang gratis sebaiknya diganti dengan sekolah gratis di Papua.
Dijelaskan bahwa Papua kaya dengan segala jenis makanan yang berasal dari buah-buahan, sayur-sayuran, umbi-umbian, dan berbagai jenis makanan berlimpah dan berkecukupan. Sehingga pelajar SMP dan SMA sadar betul bahwa pendidikan gratis lebih baik daripada makan gratis yang tidak ada faedahnya.
Seperti diketahui, di tanah Papua, dari tahun ke tahun persoalan pendidikan sangat minim dalam hal membangun sumber daya manusia. Walaupun ada sekolah-sekolah unggulan, daya saing dalam pendidikan sangat minim.
Beberapa pelajar di daerah pelosok Papua menolak makanan gratis, yaitu Kabupaten Yahukimo pada tanggal 6 Februari 2025 dan juga Kabupaten Jayawijaya, Yalimo, dan di seluruh Papua Pegunungan serentak menolak makanan gratis rezim Prabowo-Gibran.
Menyikapi penolakan ini, sebaiknya makanan gratis dialihfungsikan menjadi pendidikan gratis. Supaya jangan membuang anggaran negara untuk makanan gratis. Indonesia ini penuh dengan makanan dan pangan. Bukankah Indonesia kalah saing di dunia pendidikan, lebih khusus di tanah Papua?
Dengan adanya penolakan makanan gratis di wilayah Lapago oleh pelajar dan mahasiswa, membuktikan bahwa ada beberapa tujuan penting di balik penolakan makanan gratis, diantaranya:
Pendidikan Gratis Skala Besar di Tanah Papua
Untuk menghilangkan stigma anak jalanan, tukang mabuk, pencuri, dan pemalas. Rezim Prabowo-Gibran harus memberikan pendidikan gratis bagi putra-putri Papua berskala besar.
Membangun Akses Jalur Pendidikan Antara Perdesaan dan Kota
Dengan adanya akses pembangunan jalan darat maupun udara dapat menjangkau generasi Papua yang ada di pedalaman. Dengan demikian generasi yang ada di pedalaman juga mampu menyerap ilmu melalui pendidikan dasar menengah supaya mereka bisa melanjutkan pendidikan kejuruan dan menengah atas di perkotaan.
Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Overseas Study Advisor Nawala Education (Nawala Education Link) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Hidup adalah petualangan yang berani atau tidak sama sekali.” – Helen Keller


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.