Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

LINGKUNGAN · 11 Mar 2026 22:11 WIB ·

Pawang Cuaca Teknologi Siap Jinakkan Banjir Empat Bulan Lamongan


					Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri audiensi penanganan banjir bersama BMKG dan BPBD Jawa Timur di Juanda, Rabu (11 Maret 2026). (Foto Dok HO BMKG Juanda) Perbesar

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menghadiri audiensi penanganan banjir bersama BMKG dan BPBD Jawa Timur di Juanda, Rabu (11 Maret 2026). (Foto Dok HO BMKG Juanda)

Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA]Empat bulan bukanlah waktu yang singkat untuk hidup dalam kepungan air. Di saat metode konvensional mulai mencapai titik jenuh, Pemerintah Kabupaten Lamongan kini bertaruh pada teknologi: Modifikasi Cuaca. Langkah radikal ini diambil Bupati Yuhronur Efendi untuk memutus siklus genangan yang masih merendam 44 desa di kawasan Bengawan Jero.

Dalam audiensi mendesak bersama BMKG dan BPBD Jawa Timur di Surabaya, Rabu (11/3/2026), Pak Yes—sapaan akrab Bupati—mengajukan permohonan agar wilayahnya diprioritaskan dalam operasi “hujan buatan terbalik”. Targetnya jelas, menurunkan intensitas hujan di daratan agar air yang terjebak di pemukiman dan sawah bisa segera dialirkan ke muara tanpa hambatan debit baru.

Mengapa Bengawan Jero Sulit Surut?
Banjir di Lamongan utara bukan sekadar urusan saluran mampet. Ada dilema hidrologi yang pelik: muka air Sungai Bengawan Solo dan permukaan laut saat ini lebih tinggi daripada saluran sungai di dataran rendah Lamongan. Alhasil, air tidak bisa mengalir keluar secara alami dan justru tertahan selama berbulan-bulan.

Kondisi ini telah melumpuhkan ekonomi di lima kecamatan. Petani gagal tanam, mobilitas warga terhambat, dan infrastruktur desa mulai mengalami kerusakan struktural akibat rendaman air yang terlalu lama.

Operasi 16 Maret: Harapan Baru bagi Warga
Menanggapi urgensi tersebut, Kepala BMKG Jawa Timur, Taufiq Hermawan, memberikan lampu hijau. Sesuai instruksi Gubernur, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijadwalkan meluncur pada 16 Maret mendatang. Teknologi ini akan memanipulasi awan hujan agar jatuh di laut sebelum mencapai daratan Lamongan.

“Pelaksanaannya sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Jika parameter memungkinkan, Lamongan akan menjadi prioritas utama mitigasi hidrometeorologi ini,” tegas Taufiq. Pemantauan ketat dilakukan untuk memastikan keputusan yang diambil benar-benar efektif dan tidak meleset dari target.

Sinergi di Balik Layar
Langkah ini membuktikan bahwa penanganan banjir jangka panjang tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah daerah. Dibutuhkan intervensi data meteorologi yang akurat dan dukungan alat berat dari provinsi. Bagi warga di 44 desa terdampak, operasi cuaca ini bukan sekadar percobaan sains, melainkan harapan terakhir untuk kembali ke kehidupan normal tanpa sepatu bot dan perahu karet.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Papan Larangan Sampah di Desa Sekip Cuma Pajangan

24 Maret 2026 - 15:16 WIB

CCTV Pangkalpinang: ‘Mata Mata’ Elektronik Pemburu Pembuang Sampah Liar

17 Maret 2026 - 13:39 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah Melalui Aturan Baru Sumbar

15 Maret 2026 - 10:57 WIB

Sampah Pesisir Selatan: Dari Beban Lingkungan Jadi Cuan

13 Maret 2026 - 20:42 WIB

Jembatan Gantung Bunut Putus, Aktivitas Ribuan Warga Lumpuh

11 Maret 2026 - 13:05 WIB

Cara Warga Jombatan Berdayakan UMKM Lewat Berbagi Takjil

9 Maret 2026 - 19:26 WIB

Trending di LINGKUNGAN