Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 22 Jul 2023 07:34 WIB ·

Pangan Sehat Desa Karangasem Dongkrak Ekonomi Lokal


					sosialisasi konsumsi pangan B2SA Program desa B2SA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Perbesar

sosialisasi konsumsi pangan B2SA Program desa B2SA Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Kemiskinan dan masalah kesehatan di level desa kerap bermula dari isi piring makan yang salah urus. Menyadari hal tersebut, Desa Karangasem di Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, kini mulai mengubah haluan dengan mengintegrasikan kesehatan keluarga dan penguatan ekonomi domestik. Melalui peluncuran Program Desa Berbasis Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (B2SA)—yang berfokus pada pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman—desa ini tidak hanya membidik perbaikan gizi warga, tetapi juga mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal untuk naik kelas. Langkah strategis yang diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah pada 21 Juli 2023 lalu ini, menempatkan pangan lokal sebagai motor penggerak ganda.

Kepala Desa Karangasem, Khozin, melihat program ini sebagai peluang emas yang realistis untuk wilayahnya. Menurutnya, kesadaran tentang pangan sehat selama ini sering kali terpisah dari urusan isi dompet warga. Melalui integrasi program B2SA, dua masalah tersebut diselesaikan dalam satu momentum. Warga desa didorong untuk lebih cerdas memilih asupan gizi harian, sementara para perajin makanan atau UMKM di Desa Karangasem dibekali standar baru agar mampu memproduksi kuliner sehat yang bernilai jual tinggi.

“Kami berharap masyarakat Desa Karangasem semakin sadar akan pentingnya mengonsumsi makanan yang bergizi dan sehat. Selain itu, pelaku UMKM di desa kami juga harus berperan aktif menyediakan makanan berkualitas,” ujar Khozin.

Selama ini, produk makanan desa sering kali kalah bersaing di pasar modern karena masalah standar higienitas dan pemahaman gizi yang minim. Dalam sosialisasi ini, petugas Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah tidak hanya memberikan penyuluhan teori gizi, melainkan juga membedah peluang usaha riil di sektor makanan sehat. UMKM desa diberikan pemahaman konkret mengenai standar dan persyaratan teknis yang wajib dipenuhi agar produk mereka bisa menembus pasar yang lebih luas di luar Purbalingga.

Pihak Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa komitmen lewat Program Desa B2SA ini ditujukan untuk membangun kemandirian dari bawah. Ketika masyarakat desa paham cara mengolah pangan sehat dan UMKM lokal mampu menyediakannya, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah otomatis menurun. Sinergi aktif antara dinas, kelancaran edukasi petugas, dan antusiasme tinggi warga Karangasem saat sesi tanya jawab menjadi modal sosial yang kuat. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik balik perubahan pola konsumsi masyarakat menuju kehidupan desa yang lebih sehat, sejahtera, dan mandiri secara ekonomi.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gotong Royong Warga Maidang Jaga Kebersihan Desa

7 Juni 2026 - 10:35 WIB

M. Sukri Siap Bawa Perubahan di Nagari Aie Tajun

6 Juni 2026 - 15:27 WIB

Rembuk Stunting Desa Polewali Siapkan Generasi Berkualitas

4 Juni 2026 - 13:56 WIB

PABPDSI Gelar Retreat Nasional, Perkuat Pembangunan dari Desa

3 Juni 2026 - 08:51 WIB

Demokrasi Setengah Hati pada Pemilihan BPD Desa Tanjungbaru

27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Warga Poto Tagih Transparansi Dana Desa Kabupaten Kupang

24 Mei 2026 - 20:12 WIB

Trending di DESA