Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KORUPSI · 24 Nov 2024 18:40 WIB ·

Pagar SDN Bantarjaya 03 Bekasi Diduga Proyek Asal Jadi


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Harapan warga Kecamatan Pebayuran untuk melihat SDN Bantarjaya 03 memiliki pagar pengaman yang kokoh terancam pupus. Proyek pemagaran sekolah tersebut kini memicu polemik setelah ditemukan indikasi ketidaksesuaian spesifikasi teknis yang melenceng jauh dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Bukan sekadar masalah estetika, kualitas bangunan yang diduga rendah ini memicu kekhawatiran akan keselamatan para siswa. Pantauan di lokasi menunjukkan pondasi pagar yang tampak ringkih dan tidak stabil. Ironisnya, alih-alih memberikan perlindungan, konstruksi yang rapuh ini justru berpotensi menjadi ancaman fisik jika roboh sewaktu-waktu.

Aset Sekolah Terancam Sengketa
Selain masalah kualitas fisik, proyek ini juga menyisakan masalah administrasi yang serius. Pihak pelaksana diduga menyerobot batas lahan resmi milik sekolah dalam proses pembangunannya. Kondisi ini dinilai sangat berisiko memicu sengketa lahan dengan warga sekitar di masa depan.

Ayi Juardi, anggota Komite SDN Bantarjaya 03, menyatakan kekecewaannya atas pengerjaan yang terkesan terburu-buru. “Patokan batas lahan sekolah sebenarnya sudah jelas. Jika mereka tidak mengikuti aturan main, proyek ini bukan jadi solusi, malah jadi sumber masalah baru bagi keamanan sekolah,” tegasnya.

Uang Rakyat di Ujung Tanduk
Ketidakharmonisan komunikasi antara pihak pelaksana dan sekolah memperkeruh suasana. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari kontraktor terkait keluhan kualitas maupun titik batas lahan. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas penggunaan anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan pendidikan.

Tanpa adanya evaluasi dan perbaikan segera, proyek pemagaran ini terancam menjadi monumen kegagalan infrastruktur di Kabupaten Bekasi. Komite sekolah dan warga kini mendesak pihak berwenang untuk mengaudit kembali proyek tersebut sebelum serah terima dilakukan, demi memastikan uang rakyat tidak terbuang sia-sia dan keamanan siswa tetap terjaga.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 104 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Drama Dana Desa Loleo: Lima Tahun Tanpa Sentuhan Audit

9 Mei 2026 - 19:57 WIB

Audit Investigatif: Harga Mati Ungkap Korupsi Desa Loleo

1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Aset Mewah Kades Loleo Picu Desakan Audit Investigatif

29 April 2026 - 12:54 WIB

Gerah Dana Desa Jadi Ladang Kekayaan, Warga Loleo Laporkan Kades ke Kejari

27 April 2026 - 16:17 WIB

Borok Desa Loleo: Dana Rakyat Menjelma Jadi Mobil Mewah

27 April 2026 - 12:31 WIB

Skandal Media Malaka: Anggaran Cair Tanpa Bukti Berita

26 April 2026 - 15:52 WIB

Trending di KORUPSI