Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMDA · 15 Jan 2026 18:47 WIB ·

Oskar Manoppo: Desa Adalah Penentu Masa Depan Ekonomi Nasional


					Oskar Manoppo: Desa Adalah Penentu Masa Depan Ekonomi Nasional Perbesar

Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) bukan sekadar seremoni rutin. Bupati Boltim, Oskar Manoppo, membawa pesan revolusioner dalam apel besar di Lapangan Gogaluman, Kamis (15/1/2026): Desa bukan lagi objek, melainkan subjek utama yang memegang kendali atas kedaulatan ekonomi Indonesia.

Membacakan sambutan Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, Bupati Oskar menegaskan bahwa visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Memasuki tahun 2026, arah kebijakan penggunaan Dana Desa pun berubah total menjadi lebih “agresif” dan fokus pada sektor produktif melalui Permendesa Nomor 16 Tahun 2025.

Empat Pilar Strategis: Dari Pangan hingga Koperasi
Tahun 2026 menjadi titik balik efisiensi anggaran desa. Pemerintah pusat menginstruksikan empat fokus utama yang wajib dijalankan oleh para Sangadi (Kepala Desa) di Boltim:

  • Swasembada Pangan: Lahan desa wajib menjadi lumbung pangan produktif untuk mewujudkan kedaulatan nasional.
  • Koperasi Desa Merah Putih: Akselerasi pembentukan koperasi di setiap desa untuk memutus rantai distribusi tengkulak yang selama ini merugikan petani dan nelayan.
  • Hapus Stunting & Kemiskinan Ekstrem: Dana Desa wajib memastikan tidak ada warga yang lapar dan anak yang kurang gizi.
  • Haramkan Anggaran Mubazir: Larangan tegas penggunaan dana untuk studi banding yang tidak jelas manfaatnya atau renovasi kantor desa yang berlebihan. Dana harus lari ke infrastruktur produksi.

“Dana desa adalah uang rakyat. Pastikan setiap rupiah memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup masyarakat,” tegas Oskar Manoppo di hadapan seluruh Camat dan Sangadi.

Reward bagi Desa “Lari Cepat”
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja nyata, Bupati menyerahkan penghargaan kepada desa-desa berprestasi. Empat desa, yakni Kotabunan Selatan, Buyat Barat, Buyat II, dan Dodap Pantai, resmi menyandang status Desa Mandiri. Sementara itu, Desa Nuangan I, Tombolikat, dan Molobog Timur mendapat pujian atas kecepatan pelunasan PBB 100 persen.

Tak hanya piagam, komitmen ekonomi nyata ditunjukkan melalui hibah lahan kepada Desa Buyandi, Lanut, dan Motongkad. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan gerai dan Kantor Koperasi Desa Merah Putih, sebuah langkah konkret untuk menjadikan desa sebagai korporasi rakyat yang tangguh.

Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Boltim siap mentransformasi desa menjadi kekuatan ekonomi baru yang bermartabat dan mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ASN Berkualitas: Kunci Keajaiban Pembangunan dari Pinggiran

22 April 2026 - 21:56 WIB

Bukan Sekadar Administrasi: Pengadaan Barang Harus Sejahterakan Rakyat

22 April 2026 - 21:42 WIB

Kesempatan Kedua: Jombang Ubah Aset Daerah Menjadi Berkah Rakyat

22 April 2026 - 13:02 WIB

Sinergi Infrastruktur 2027: Membangun Harapan dari Jalan ke Desa

21 April 2026 - 21:51 WIB

Menjaga Nyala Aman Hingga ke Desa: Komitmen Baru Sumbar

21 April 2026 - 19:12 WIB

Kolaborasi Klaster: Cara Sumbar Lindungi Warga Desa dari Bencana

21 April 2026 - 19:02 WIB

Trending di PEMDA