Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 8 Mar 2025 17:34 WIB ·

NTT Pionir Koperasi Desa Merah Putih, Industri Kreatif Lokal Siap Mendunia


					<em>Gubernur NTT Bersama Ketua TP PKK Propinsi NTT saat bertemu Menteri Koperasi dan UMKM (foto.Forkopim NTT)</em> Perbesar

Gubernur NTT Bersama Ketua TP PKK Propinsi NTT saat bertemu Menteri Koperasi dan UMKM (foto.Forkopim NTT)

Jakarta [DESA MERDEKA] – Nusa Tenggara Timur (NTT) mencetak sejarah baru sebagai provinsi pertama yang mengimplementasikan program Koperasi Desa Merah Putih. Kesepakatan ini dicapai dalam audiensi antara Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, di Jakarta (7/3/2025). Program ini menjadi angin segar bagi pelaku industri kreatif lokal untuk naik kelas dan menembus pasar global.

Gubernur Melki Laka Lena menegaskan, NTT akan fokus pada pembentukan koperasi baru, revitalisasi koperasi yang sudah ada, serta pengembangan koperasi di sektor industri kreatif. “Kami melihat potensi besar industri kreatif di desa-desa NTT. Dengan koperasi, kami yakin produk-produk lokal seperti tenun ikat, kerajinan tangan, dan kuliner khas dapat lebih berdaya saing,” ujarnya.

Menteri Budi Arie Setiadi menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan penuh. “Koperasi adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan. Kami akan pastikan pelaku industri kreatif di NTT mendapatkan pendampingan dan akses pasar yang luas,” kata Budi Arie.

Fokus pada Industri Kreatif

Koperasi Desa Merah Putih di NTT tidak hanya fokus pada sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada industri kreatif. Program ini akan memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan bagi pelaku industri kreatif di desa-desa.

“Kami ingin menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri kreatif di NTT. Dengan koperasi, kami berharap produk-produk lokal dapat memiliki standar kualitas yang tinggi dan daya tarik global,” jelas Gubernur Melki.

Strategi Implementasi

Pemerintah Provinsi NTT akan melakukan pemetaan potensi desa yang memiliki keunggulan di sektor industri kreatif. Selain itu, akan dibentuk pusat inkubasi kreatif di setiap kabupaten/kota untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku industri kreatif.

“Kami juga akan menggandeng platform digital untuk memasarkan produk-produk kreatif dari desa-desa NTT. Dengan demikian, produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” tambah Gubernur Melki.

Program Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain dalam mengembangkan industri kreatif di pedesaan. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, industri kreatif lokal NTT siap mendunia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 206 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN