Kupang, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) RI resmi mempercepat implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai motor utama pembangunan ekonomi di tingkat desa. Akselerasi ini ditandai dengan pembukaan pelatihan masif untuk 404 pendamping desa se-NTT di Hotel Aston Kupang, Senin (24/11).
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang membuka acara, menegaskan bahwa KDKMP merupakan program prioritas nasional yang diamanatkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini diproyeksikan menjadikan koperasi sebagai pusat produksi, hilirisasi, dan pemasaran untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat dan mendorong kemandirian desa.
“Sesuai mandat Presiden, KDKMP harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Seluruh elemen desa, mulai dari kepala desa, lurah, hingga pengurus koperasi, harus bergerak serempak dan harmonis agar program ini berjalan efektif,” tegas Gubernur Melki.
Potensi Unggulan Daerah Siap Dikonsolidasikan
Gubernur Melki menyoroti bahwa banyak potensi unggulan di desa-desa NTT, seperti kopi, kakao, mete, garam, rumput laut, energi terbarukan, hingga pariwisata, yang selama ini belum terkonsolidasi secara modern dan efisien melalui koperasi. Oleh karena itu, KDKMP wajib diintegrasikan dengan program pengembangan produk daerah seperti One Village One Product (OVOP), One School One Product, dan One Community One Product.
Ia menekankan bahwa keberhasilan KDKMP sangat bergantung pada gotong royong dan sinkronisasi di tingkat akar rumput. “Spirit koperasi adalah gotong royong. Kita harus jalan bersama karena koperasi itu dari, oleh, dan untuk masyarakat desa,” tambahnya.
Melalui pelatihan ini, ia berharap NTT dapat melahirkan pendamping yang benar-benar cakap dalam manajemen koperasi, memahami tata kelola modern, dan mampu melakukan pemberdayaan masyarakat secara efektif. Hal ini bertujuan agar KDKMP dapat beroperasi secara transparan, profesional, dan berkelanjutan.
Kualitas SDM dan Digitalisasi Kunci Keberhasilan
Deputi Pengembangan Usaha Kemenkop UKM, Panel Barus, turut menegaskan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendamping merupakan kunci utama penentu keberhasilan program nasional KDKMP.
“SDM adalah penentu utama keberhasilan koperasi. Tidak hanya kemampuan manajerial dan tata kelola, pendamping juga harus dibekali kemampuan mengoperasikan sistem informasi manajemen koperasi,” ujar Panel Barus. Sistem informasi ini menjadi basis digital yang mutlak diperlukan dalam operasional Koperasi Merah Putih modern.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Jusuf Lery Rupidara, melaporkan bahwa pelatihan masif ini melibatkan total 404 peserta, terdiri dari 221 PMO (Project Management Office) dan Business Assistant, serta 183 tenaga ahli P3MD. Narasumber dalam pelatihan berasal dari institusi pendidikan terkemuka, yakni Politani Kupang dan Politeknik Negeri Kupang. Materi pelatihan secara khusus difokuskan pada penguatan teknis dan keterampilan pendampingan lapangan yang akan mereka lakukan di desa/kelurahan masing-masing.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.