Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PENDIDIKAN · 2 Okt 2026 15:03 WIB ·

Muhidi Buka Kisah Perjalanan Hidup di Hadapan Pelajar, Tekankan Literasi dan Karakter


					Muhidi Buka Kisah Perjalanan Hidup di Hadapan Pelajar, Tekankan Literasi dan Karakter Perbesar

PADANG, Sumatera Barat ( DESA MERDEKA)— Puluhan pelajar SMA se-Kota Padang mendapat pesan khusus dari Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi. Di hadapan 80 siswa dari empat sekolah, Muhidi tidak hanya berbicara tentang pentingnya membaca dan menulis, tetapi juga membuka cerita tentang perjalanan hidupnya hingga akhirnya terjun ke dunia parlemen.

Pesan itu disampaikan Muhidi dalam kegiatan latihan menulis literasi tingkat SMA se-Kota Padang, Jumat (2/10/2026).

Suasana kegiatan menjadi lebih hidup ketika Muhidi mengajak para siswa melihat pendidikan dari sisi yang lebih luas. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya milik mereka yang berasal dari keluarga berada.

“Saya ceritakan, tidak orang kaya saja yang bisa sekolah. Yang penting mempunyai kemauan,” kata Muhidi.

Ia menilai kemauan belajar merupakan modal penting bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan.

Bagi Muhidi, salah satu jalan untuk membentuk siswa yang unggul adalah melalui literasi. Namun, ukuran siswa unggul menurutnya tidak hanya dilihat dari nilai akademik.

“Yang saya maksud unggul adalah generasi atau siswa yang kuat imannya, mulia akhlaknya, luas ilmu pengetahuannya dan banyak manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Muhidi kemudian mengajak siswa memahami bahwa ilmu yang diperoleh selama pendidikan seharusnya tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi.

Ilmu, katanya, harus mampu diterapkan dalam kehidupan dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Ia mengibaratkan pembangunan manusia seperti menanam sebuah pohon. Sebelum berharap pohon tumbuh besar dan menghasilkan buah, terlebih dahulu harus memastikan akarnya kuat.

“Kalau akarnya busuk, pohon tidak akan tumbuh. Begitu juga membangun sumber daya manusia. Akarnya adalah iman, akidah dan tauhid,” ungkapnya.

Menurut Muhidi, generasi muda juga perlu memahami bahwa mendapatkan ilmu tidak hanya dilakukan melalui buku. Proses belajar dari guru dan kemampuan memanfaatkan berbagai sarana yang diberikan Allah SWT juga menjadi bagian penting dalam menambah pengetahuan.

“Untuk mendapatkan ilmu ada dua jalur. Pertama berguru. Tidak mungkin bisa mendapatkan ilmu kalau tidak sayang dengan guru,” katanya.

Selain berguru, siswa diminta menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk menangkap berbagai informasi dan peluang. Kemampuan mendengar, melihat, membaca dan mengolah informasi, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam konteks itulah, Muhidi menempatkan literasi sebagai kemampuan yang sangat penting bagi pelajar.

Literasi bukan sekadar membaca sebanyak-banyaknya. Lebih dari itu, siswa dituntut mampu memahami informasi, menulis dan menyampaikan gagasan, berpikir kritis dan logis, memilah informasi yang benar dan salah, serta menggunakan pengetahuan untuk melakukan kebaikan.

“Siswa yang literat bukan hanya banyak membaca, tetapi mampu memahami, mengolah dan menerapkan ilmu,” tegasnya.

Muhidi berharap latihan menulis tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk berani menuangkan gagasan sekaligus membangun kebiasaan berpikir kritis.

Menurutnya, kemampuan literasi akan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin dipenuhi arus informasi.

“Jadilah orang yang berilmu dan bermanfaat. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” pesan Muhidi kepada para siswa.( H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Guru Samarinda Dilatih Menangkal Penipuan Finansial Digital

23 September 2026 - 23:37 WIB

Lepas 340 Penerima Beasiswa Sawit, Gubernur Mahyeldi : Jangan Sia-siakan Kesempatan

22 September 2026 - 10:45 WIB

Di Tengah Demam AI, Guru Sumbar Butuh Perlindungan

5 September 2026 - 14:24 WIB

Bangkit dari Bawah: Pemulihan Gempa Ngada Berbasis Desa

4 September 2026 - 21:07 WIB

Kelurahan Cipayung dan Paramadina Buka Ruang Kolaborasi Global

1 September 2026 - 14:21 WIB

Renovasi Kelas, Siswa SMA Cendana Boas Malaka Belajar di Luar

31 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Trending di PENDIDIKAN