Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PEMDA · 26 Mei 2026 17:20 WIB ·

Modal ATENSI: Mengubah Kelompok Rentan Desa Jadi Mandiri


					Modal ATENSI: Mengubah Kelompok Rentan Desa Jadi Mandiri Perbesar

Dinas Sosial Jombang bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan ATENSI 2026 berupa modal usaha kepada 34 penerima manfaat guna meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. 


Jombang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di balik label “Kota Santri”, Kabupaten Jombang menyimpan tantangan besar: bagaimana memastikan tidak ada satu pun warga desa yang tertinggal dalam arus pembangunan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih ada lebih dari 107 ribu warga Jombang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Di sinilah Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) 2026 hadir sebagai jembatan, mengubah bantuan sosial yang biasanya bersifat konsumtif menjadi modal usaha yang produktif bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia.

“Bantuan ATENSI ini adalah upaya membangun kemandirian, bukan sekadar memberi ikan,” tegas Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi. Di 306 desa yang tersebar di Jombang, bantuan ini disalurkan bukan secara cuma-cuma, melainkan melalui proses asesmen ketat oleh pendamping. Tujuannya sederhana: memastikan setiap rupiah modal yang disalurkan benar-benar berputar menjadi usaha yang berkelanjutan.

Bayangkan dampaknya di desa-desa produktif seperti Rejoagung, Kecamatan Ngoro. Seorang lansia yang tadinya hanya menjadi buruh tani, kini bisa mengelola usaha kecil dengan bantuan modal tersebut. Begitu pula perajin manik-manik di Gudo yang kini bisa meningkatkan skala produksinya. Program ini menjadi napas bagi ekonomi kerakyatan di level terbawah. Dengan target ambisius menurunkan kemiskinan ekstrem hingga 0% pada akhir 2026, ATENSI bukan lagi proyek tahunan biasa, melainkan instrumen untuk memutus rantai kemiskinan struktural.

Kunci keberhasilan ATENSI ada pada pendampingan berkelanjutan. Dinas Sosial berkomitmen memantau perkembangan usaha penerima manfaat, memberikan konsultasi bisnis, hingga motivasi kewirausahaan. Keberadaan program ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur jalan atau jembatan, tetapi soal memastikan setiap individu di desa—betapapun rentannya—memiliki kesempatan untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Di tengah perubahan pola ekonomi yang serba digital, modal usaha ini adalah bentuk perlawanan terhadap ketertinggalan. Jombang sedang membuktikan bahwa transformasi desa menjadi sentra UMKM dan agrowisata tidak akan berarti jika kelompok rentan ditinggalkan. Dimulai dari satu keluarga, satu usaha, di satu desa, Jombang sedang menata masa depan di mana kesejahteraan dirasakan oleh semua orang, tanpa terkecuali.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Langkah Cepat Pemerintah Provinsi Tuai Apresiasi Warga Kuranji, Tiga Alat Berat Telah Bekerja Pulihkan Tanggul Jebol

6 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Alarm Kematian Mental Anak Membayangi Sumbar Emas 2045

29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Jembatan Bailey Rp4,9 Miliar: Sambungan Hidup yang Sempat Putus

29 Juli 2026 - 10:03 WIB

ASN Pulang Kampung: Berkah atau Bencana Pelayanan Desa?

29 Juli 2026 - 09:52 WIB

Aturan Baru Pilkades Purworejo Antisipasi Fenomena Kotak Kosong

27 Juli 2026 - 16:05 WIB

Warga Sumbar Diajak Aktif Jaga Ketertiban Lingkungan

25 Juli 2026 - 19:19 WIB

Trending di KABAR