Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Kabupaten Malaka kini sedang berpacu dengan waktu untuk memutus rantai penyebaran virus rabies. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak) Kabupaten Malaka menginstruksikan vaksinasi masif untuk menghabiskan stok 20 ribu dosis vaksin anjing sebelum akhir Februari 2025. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas hasil investigasi yang menunjukkan bahwa virus mematikan tersebut telah menyebar ke seluruh wilayah Malaka.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Ludovikus Asa, menegaskan bahwa vaksinasi ini akan menyasar 70 desa di 12 kecamatan. Stok vaksin yang tersedia merupakan bagian dari total bantuan 27.100 dosis hasil kerja sama Pemerintah RI melalui Provinsi NTT dengan Pemerintah Australia.
“Sesuai anjuran dari donatur dan dinas provinsi, seluruh sisa dosis vaksin ini harus sudah habis terpakai di akhir Februari. Kami telah menyuntikkan sekitar 9 ribu dosis, dan sisanya akan dikejar secara masif dalam waktu dekat,” ungkap Ludovikus di ruang kerjanya, Rabu (12/2/2025).

Kendala Lapangan: Sabuk Merah yang Dilepas
Salah satu tantangan unik yang dihadapi petugas di lapangan adalah ketidakpahaman masyarakat terhadap tanda peringatan pada hewan. Ludovikus menyayangkan tindakan beberapa pemilik anjing yang sengaja melepas “sabuk” atau kalung merah yang dipasang petugas provinsi. Padahal, kalung tersebut adalah indikator penting untuk membedakan mana hewan yang sudah terproteksi dan mana yang berisiko.
“Ada hambatan di mana pemilik anjing melepas sabuk merah yang dipasang petugas. Kami imbau jangan dilepas. Jika anjing terjangkit, sebaiknya dikarantina dengan cara diikat, lalu segera lapor ke petugas lapangan kami,” tambahnya.
Investigasi Menunjukkan Virus Sudah Merata
Program vaksinasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan respon darurat. Investigasi petugas lapangan mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun wilayah di Malaka yang benar-benar bersih dari ancaman rabies. Oleh karena itu, masyarakat diminta proaktif melaporkan gejala aneh pada hewan piaraan mereka.
Kolaborasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga bantuan internasional dari Australia ini diharapkan menjadi benteng pertahanan terakhir bagi warga Malaka. Masyarakat diharapkan memberikan akses seluas-luasnya bagi petugas vaksinasi yang turun ke desa-desa agar target eliminasi rabies di akhir bulan ini dapat tercapai tanpa sisa.

Desa Membangun Negeri

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.