Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

DESA · 19 Agu 2023 13:19 WIB ·

Miangas Bukan Lagi Pinggiran: Kiamat Desa Tertinggal di Talaud


					Miangas Bukan Lagi Pinggiran: Kiamat Desa Tertinggal di Talaud Perbesar

Miangas, Sulawesi Utara [DESA MERDEKA] Selama ini, wilayah perbatasan sering dianaktirikan dalam narasi pembangunan. Namun, sebuah sejarah baru tertulis dari titik nol utara Indonesia. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mengonfirmasi bahwa status desa tertinggal dan sangat tertinggal resmi terhapus dari peta wilayah Kepulauan Talaud.

Kabar baik ini disampaikan pria yang akrab disapa Gus Halim saat memimpin upacara HUT ke-78 RI di Pulau Miangas. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa dana desa telah menjadi “mesin penggerak” yang berhasil memicu kebangkitan ekonomi dan sosial di beranda terdepan NKRI.

Strategi Membangun dari “Halaman Depan”
Negara kini tidak lagi melihat perbatasan sebagai punggung, melainkan halaman depan. Gus Halim mengungkapkan bahwa sepanjang 2015-2023, terjadi lompatan status desa yang signifikan. Dari yang semula nihil, kini telah lahir 4 Desa Mandiri di wilayah ujung perbatasan.

“Pembangunan daerah perbatasan selalu menjadi prioritas. Ini menandakan negara selalu hadir, dari Miangas hingga Pulau Rote,” ujar Gus Halim. Serapan APBDes di wilayah perbatasan bahkan melonjak hingga Rp49,2 miliar, yang dialokasikan untuk infrastruktur fisik maupun pemberdayaan non-fisik sesuai kesepakatan Musyawarah Desa (Musydes).

Kepemimpinan Perempuan dan Inovasi Lokal
Ada sudut pandang menarik yang disoroti Gus Halim: pembangunan di Talaud tidak lagi didominasi oleh kaum lelaki. Munculnya kepala desa perempuan inspiratif dari Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai pemenang lomba tingkat nasional membuktikan bahwa kontribusi gender menjadi kunci percepatan kemandirian desa. Perempuan desa kini memegang nakhoda penting dalam mengelola dana desa untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup warga.

Secara nasional, laju pertumbuhan Desa Mandiri pada periode 2019-2023 tercatat 16 kali lipat lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya. Data terbaru menunjukkan jumlah Desa Mandiri meroket dari hanya 174 desa menjadi 11.456 desa di seluruh Indonesia.

Tapak Kaki di Titik Nol
Sebagai simbol pengabdian dan komitmen pemerintah, tapak kaki Gus Halim diabadikan dalam bentuk prasasti tepat di depan monumen KM 0 Utara NKRI. Momentum ini disaksikan langsung oleh Bupati Talaud, Elly Engelbert Lasut, serta warga Miangas yang kini tak lagi merasa terisolasi. Dengan fasilitas publik yang semakin lengkap—mulai dari akses energi hingga kesehatan—Miangas kini berdiri tegak sebagai simbol kedaulatan yang sejahtera, bukan lagi wilayah tertinggal yang terlupakan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

BUMDes Merbau Mataram “Naik Kelas” Lewat Digitalisasi Laporan Keuangan

12 Februari 2026 - 12:20 WIB

Desa Jadi Benteng Terakhir Penyelamat 66 Pesut Mahakam

11 Februari 2026 - 20:52 WIB

Drainase Mampet, Warga Wederok Malaka Tagih Solusi Deker

10 Februari 2026 - 19:34 WIB

Sultan Sambaliung Turun Tangan, Desak Patok Fisik Batas Kampung

10 Februari 2026 - 08:03 WIB

Huta Simarmata: Desa Kuno Samosir Menuju Cagar Budaya Nasional

9 Februari 2026 - 20:18 WIB

Referendum Rakyat: Faidil Wiranda Kembali Pimpin Mesjid Guci Rumpong

9 Februari 2026 - 14:06 WIB

Trending di DESA