Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 23 Des 2025 04:21 WIB ·

Mendes Yandri: Kopdes Merah Putih dan BUM Desa Harus Sinergi


					Mendes Yandri: Kopdes Merah Putih dan BUM Desa Harus Sinergi Perbesar

Lamongan, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih bukan untuk bersaing atau menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Sebaliknya, kedua lembaga ekonomi kerakyatan tersebut harus saling berkolaborasi untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat desa.

Pernyataan ini disampaikan Yandri saat meninjau program ketahanan pangan berupa penggemukan kambing etawa dan peternakan lele di Desa Plosowahyu, Lamongan, Jawa Timur, Senin (22/12/2025). Menurutnya, unit usaha yang sudah dijalankan oleh BUM Desa tidak boleh diambil alih oleh Kopdes, melainkan harus dipadupadankan agar saling membesarkan.

“Apa yang sudah dilakukan oleh BUM Desa terus saja jalan, tidak perlu diambil alih oleh Kopdes. Penggemukan kambing etawa, ternak lele, hingga sewa ruko tetap di BUM Desa. Kopdes hadir mengisi kebutuhan yang belum ada,” ujar Yandri di sela peninjauan gerai Kopdes Merah Putih.

Pembagian Peran Ekonomi Desa
Mendes Yandri memberikan gambaran konkret mengenai pembagian peran ini. Jika BUM Desa fokus pada produksi dan jasa yang sudah ada, maka Kopdes Merah Putih bisa mengambil peran sebagai penyedia kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah berencana membangun gudang besar di tingkat kabupaten untuk menyuplai kebutuhan Kopdes di seluruh wilayah Lamongan. Suplai ini mencakup komoditas penting seperti pupuk, LPG, hingga sembako. Dengan adanya gudang pusat, harga di tingkat desa diharapkan menjadi lebih stabil dan terjangkau bagi warga.

Untuk menjamin keharmonisan ini, Kemendes PDT akan segera menerbitkan peraturan resmi. Aturan tersebut nantinya akan menjadi landasan hukum terkait sinergi, koordinasi, serta batasan hubungan antara Kopdes Merah Putih dan BUM Desa agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi.

Mendukung Asta Cita Presiden Prabowo
Integrasi ekonomi desa ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Yandri mengingatkan bahwa saat ini banyak program strategis nasional yang berbasis di desa, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Sekolah Rakyat.

“Semua program ini mesti kita dukung dan sukseskan, tidak boleh ada silang pendapat. Fakta bahwa Presiden membangun dari desa terlihat dari keberadaan BUM Desa, Kopdes, hingga program gizi gratis,” tegas mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.

Dalam kunjungan kerja ini, turut hadir Wamendes PDT Ariza Patria, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, serta jajaran pejabat Kemendes PDT dan Forkopimda Kabupaten Lamongan. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi desa di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Desa Go Global: Menembus Pasar Dunia Lewat Literasi Karantina

13 Mei 2026 - 06:00 WIB

Ekspor Bumbu Jadi: Cara Desa Berhenti Jual Barang Mentah

12 Mei 2026 - 19:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN