Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 27 Jun 2025 08:20 WIB ·

Mendes Yandri: Desa Kunci Kekuatan Bangsa, Mahasiswa Membangun!


					Mendes Yandri: Desa Kunci Kekuatan Bangsa, Mahasiswa Membangun! Perbesar

Malang [DESA MERDEKA] Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menekankan bahwa posisi desa sangat menentukan kuat atau tidaknya suatu bangsa. Hal ini disampaikannya saat melepas dan memberikan pembekalan program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) tahun 2025 di Gedung Samantha Krida UB, Malang, pada Kamis (26/6/2025).

Mendes Yandri mengapresiasi inisiatif UB dengan program MMD ini, menilai sangat relevan untuk membangun Indonesia dari desa. “Terima kasih kepada Universitas Brawijaya yang sudah membuat program luar biasa, Mahasiswa Membangun Desa. Karena bagaimanapun, Indonesia tidak terlepas dari peran strategis desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, desa memiliki peran sentral dalam pembangunan Indonesia mengingat jumlah desa saat ini mencapai 75.265, dengan 70% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan. Konsistensi ini selaras dengan slogan Kementerian Desa dan PDT: “Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia.”

Yandri Susanto mencontohkan kondisi Jepang dan Korea Selatan yang kini menghadapi persoalan serius akibat urbanisasi masif. Mayoritas penduduk di kedua negara tersebut berbondong-bondong meninggalkan desa untuk tinggal di kota. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi dan laju pertumbuhan penduduk menurun signifikan.

“Jepang hari ini mengalami persoalan yang sangat serius, termasuk Korea hari ini juga mulai mengalami persoalan yang sangat serius,” ungkap Mantan Wakil Ketua MPR ini, seraya menegaskan bahwa pengalaman ini harus menjadi pelajaran bagi Indonesia agar tidak meninggalkan desa.

Oleh karena itu, Mendes Yandri mengajak para mahasiswa untuk kembali ke desa. Ia melihat peluang besar di pedesaan dengan hadirnya berbagai program Presiden Prabowo Subianto, seperti Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program-program ini akan menciptakan perputaran ekonomi yang kuat dan membuka lapangan kerja baru di desa.

Mendes Yandri meyakini bahwa program MMD UB akan menumbuhkan semangat baru untuk menyukseskan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah demi pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

“Program (MMD) ini sangat bagus, layak untuk kita dukung, dan saya meyakini setelah ada program ini akan timbul semangat baru dari kalangan mahasiswa yang saya katakan tadi, boleh kita tinggal di desa tapi penghasilan mengalahkan orang kota,” pungkasnya optimis.

Turut mendampingi Mendes Yandri dalam kegiatan ini adalah Dirjen Pembangunan Desa dan Pedesaan Kemendes PDT Nugroho Setijo Nagoro, Staf Khusus Menteri Muhammad Afifuddin Zamroni, dan Dewan Penasihat Zainuddin Maliki.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Muhidi : Perempuan Menjadi Kekuatan Keluarga dan Kekuatan Pembangunan Daerah

10 September 2026 - 21:31 WIB

Wakil Ketua Iqra Chissa dan Anggota DPRD Sumbar Turun Terima Aksi Buruh. 

10 September 2026 - 21:09 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

Trending di RAGAM