Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

RAGAM · 8 Jan 2026 22:27 WIB ·

Menanti Bakti di Tanah Kaya: Urgensi Perbaikan Jalan Desa Anggai Menuju Ibu Kota Kecamatan Obi


					Menanti Bakti di Tanah Kaya: Urgensi Perbaikan Jalan Desa Anggai Menuju Ibu Kota Kecamatan Obi Perbesar

Obi, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Pulau Obi selama ini dikenal sebagai “permata” bagi Kabupaten Halmahera Selatan dan Provinsi Maluku Utara. Sebagai wilayah dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, kontribusi Obi terhadap ekonomi daerah tidak perlu diragukan lagi. Namun, ironisme besar justru tampak di depan mata: infrastruktur jalan yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat lokal kondisinya kian memprihatinkan.

Inisiatif Warga di Tengah Ketiadaan Perhatian
Merespons kondisi jalan yang rusak parah dan terbengkalai, pengurus Ikatan Avansa Bersatu (IKAB) Kecamatan Obi akhirnya mengambil langkah nyata. Pada Kamis (8/01/2026), organisasi ini secara swadaya melakukan aksi pembersihan dan penimbunan jalan yang menghubungkan Desa Anggai menuju Ibu Kota Kecamatan Obi.

Langkah ini diambil karena akses utama masyarakat tersebut kini dipenuhi lubang dan ditumbuhi rerumputan liar yang menutupi badan jalan. Mirisnya, aksi nyata ini tidak menggunakan anggaran negara, melainkan murni dari kas organisasi dan bahkan merogoh kocek pribadi para pengurus.

Harapan pada Pemda dan Pihak Perusahaan
Salah satu pengurus IKAB, Asbar Ali—yang akrab disapa Bais—menyatakan kegelisahannya atas minimnya kepedulian dari pemerintah daerah maupun pihak swasta yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Sangat disesalkan, hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pihak manapun. Kami dari pengurus Ikatan Avansa Bersatu merasa resah melihat kebijakan pemerintah, bahkan pihak perusahaan di Pulau Obi yang seolah menutup mata,” ujar Bais dengan nada kecewa.

Menurut Bais, akses dari Desa Anggai menuju pusat kecamatan merupakan jalur vital bagi mobilitas warga, baik untuk urusan ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. Ia menekankan bahwa masyarakat Obi, khususnya di pedesaan, berhak mendapatkan fasilitas jalan yang layak sebagai timbal balik atas kekayaan alam yang telah dikelola di tanah mereka.

Ultimatum di Momentum Politik
Persoalan infrastruktur ini tidak lagi dipandang sebagai masalah teknis semata, melainkan sudah menyentuh aspek kepercayaan masyarakat. Bais menegaskan, jika Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak segera mengambil langkah konkret, masyarakat tidak akan tinggal diam.

“Jika pemerintah tidak secepatnya bertindak, maka dalam momentum politik mendatang, kami menyatakan sikap tegas. Kami akan menolak siapa pun yang datang dengan kepentingan politik di wilayah Kecamatan Obi jika persoalan dasar seperti jalan ini saja tidak mampu diselesaikan,” tegasnya.

Masyarakat Pulau Obi kini menanti pembuktian dari komitmen Pemerintah Daerah dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan-perusahaan besar di sana. Perbaikan jalan Desa Anggai bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk penghormatan terhadap martabat warga yang selama ini menjadi penopang kekayaan daerah.(*)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 87 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Era Baru Karate Malut: SK PB FORKI Terbit, Ahmad Assagaf Siap Bidik Prestasi Internasional

19 Januari 2026 - 19:31 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 16: Festival Lembah Pusako

19 Januari 2026 - 08:12 WIB

Wabup Sambas Kukuhkan 11 Kades: Jangan Terbuai Perpanjangan Jabatan

19 Januari 2026 - 07:48 WIB

Desa Kauman: Bukan Superman, Tapi Superteam Digital Bojonegoro

18 Januari 2026 - 15:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 15: Menjaga Alam, Menjaga Budaya

17 Januari 2026 - 16:55 WIB

Kedaulatan Data: Langkah Cirebon Akhiri Drama Bansos Salah Sasaran

17 Januari 2026 - 09:08 WIB

Trending di RAGAM