Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 18 Des 2025 12:37 WIB ·

Melestarikan Adat dan Pangan Lokal Lewat Festival Bampalola Alor


					Melestarikan Adat dan Pangan Lokal Lewat Festival Bampalola Alor Perbesar

Alor, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Desa Bampalola di Kabupaten Alor kembali mempertegas identitasnya sebagai penjaga tradisi melalui gelaran Festival Budaya dan Pangan Lokal. Acara yang berlangsung pada Minggu (14/12/2025) ini menjadi panggung utama bagi masyarakat setempat untuk mempromosikan nilai-nilai adat serta kekayaan pangan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pendamping Desa Pemajuan Kebudayaan Bampalola dengan dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK), festival ini dirancang untuk memastikan bahwa kekayaan intelektual dan kearifan lokal desa tidak tergerus oleh zaman.

Panggung Ekspresi Budaya dan Generasi Muda
Salah satu daya tarik utama dalam festival ini adalah penampilan beragam tarian tradisional yang dibawakan dengan penuh semangat oleh siswa-siswi MTS Bampalola. Keterlibatan generasi muda ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan regenerasi budaya di Alor.

Berbagai ekspresi seni dipertunjukkan, mulai dari tarian penyambutan yang sakral, tarian Cakalere, hingga tarian perang yang menunjukkan ketangguhan masyarakat lokal. Puncak pertunjukan ditandai dengan tarian Lego-lego, sebuah tarian melingkar yang melambangkan persatuan dan persaudaraan erat warga Bampalola.

Aja Adi Putra Eki Asri, Pendamping Desa Pemajuan Kebudayaan Bampalola, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar seremonial. “Tujuan utama kami adalah memperkuat peran panggung lokal desa. Kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Bampalola agar semakin dikenal luas, baik oleh wisatawan maupun masyarakat luas di luar Alor,” ungkapnya kepada media.

Pendamping Desa Pemajuan Kebudayaan Bampalola, Aja Adi Putra Eki Asri, saat diwawancarai rri.co.id.

Pangan Lokal sebagai Identitas dan Ketahanan
Selain aspek kesenian, festival ini memberikan porsi besar pada promosi pangan lokal. Berbagai hasil bumi unggulan Desa Bampalola seperti jagung, ubi, nanas, hingga pisang dipamerkan sebagai bagian dari identitas masyarakat.

Bagi warga Bampalola, komoditas ini bukan sekadar komoditas pangan, melainkan penopang kehidupan sehari-hari yang mengandung nilai kearifan lokal dalam cara menanam dan mengolahnya. Pameran pangan ini bertujuan mengingatkan masyarakat akan pentingnya kedaulatan pangan berbasis potensi daerah sendiri.

Dukungan melalui program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi pemberdayaan masyarakat desa. Dengan mengintegrasikan budaya dan ekonomi melalui pangan, Desa Bampalola optimis dapat mendorong pelestarian tradisi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor pariwisata budaya yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cahaya Lilin Rumah Sederhana yang Menghidupkan Batik Singosari

17 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kebangkitan Batik Singosari

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Trending di SOSBUD