Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 15 Des 2025 21:34 WIB ·

Marandang untuk Sumatera: PKK Sumbar Kirim Rendang ke Korban Bencana


					Marandang untuk Sumatera: PKK Sumbar Kirim Rendang ke Korban Bencana Perbesar

PKK Sumbar Inisiasi ‘Marandang untuk Sumatera’, Targetkan Satu Ton Rendang untuk Korban Bencana Lintas Provinsi

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menginisiasi program sosial bertajuk “Marandang untuk Sumatera”. Program ini bertujuan menyediakan pangan siap saji khas Minangkabau (rendang) sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Rendang dipilih karena nilai gizi yang memadai, mudah didistribusikan, dan memiliki daya simpan yang lama, sehingga bisa dinikmati berulang kali oleh korban bencana.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengapresiasi tinggi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, inisiatif ini merupakan cerminan nyata dari solidaritas sosial dan semangat gotong royong masyarakat Sumbar dalam merespons dampak bencana yang terjadi di berbagai daerah.

“Inisiatif ini menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan masyarakat kita dalam membantu korban bencana, tidak hanya untuk di wilayah Sumbar sendiri, tetapi juga bagi masyarakat terdampak di Aceh dan Sumatera Utara,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (15/12/2025).

Produksi Terpusat, Libatkan Ribuan Relawan
Ketua TP PKK Sumbar, Harneli Mahyeldi, menjelaskan bahwa proses produksi rendang dipusatkan di Istana Gubernuran. Kegiatan masak massal ini melibatkan kolaborasi antara anggota TP PKK, organisasi perempuan, relawan, serta masyarakat umum yang berpartisipasi aktif.

Melalui program gotong royong ini, TP PKK Sumbar menargetkan produksi rendang hingga satu ton. Harneli melaporkan bahwa hingga saat ini, sekitar 200 kilogram rendang telah berhasil diproduksi dan segera disalurkan ke sejumlah daerah terdampak bencana di Sumatera Barat.

Pendistribusian rendang ke luar provinsi akan dilakukan secara bertahap. Daerah sasaran utama selanjutnya adalah Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, yang direncanakan akan dimulai pada tanggal 20 Desember mendatang. Fokus penyaluran ini menunjukkan jangkauan kepedulian sosial yang luas dari masyarakat Minangkabau.

Buka Partisipasi Donasi dan Tenaga
Harneli menambahkan bahwa TP PKK Sumbar juga membuka ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat yang ingin terlibat dan mendukung program “Marandang untuk Sumatera”. Partisipasi ini bisa berbentuk dukungan dana, penyediaan bahan baku, maupun keterlibatan langsung dalam bentuk tenaga sukarela selama proses produksi rendang di Istana Gubernuran.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia logistik pangan darurat, tetapi juga sebagai motor penggerak kebersamaan dan tradisi sosial dalam menghadapi masa sulit. Inisiatif rendang siap saji ini diharapkan dapat memberikan dukungan praktis dan psikologis bagi para korban bencana di seluruh pulau Sumatera.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jemu Menunggu Perbaikan, Warga dan Organda Swadaya Benahi Jalan Sakunde–Sambiki

1 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Jalan Kaputusan-Indari Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Halsel Turun Tangan

29 September 2026 - 16:06 WIB

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

Trending di RAGAM