Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PEMERINTAHAN · 26 Agu 2024 19:34 WIB ·

Mahyeldi Targetkan Predikat A SAKIP Demi Kesejahteraan Rakyat


					Mahyeldi Targetkan Predikat A SAKIP Demi Kesejahteraan Rakyat Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Setiap rupiah anggaran daerah kini berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kini tengah berupaya keras mengonversi efisiensi birokrasi menjadi kesejahteraan nyata. Targetnya ambisius: menaikkan predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari BB menjadi A pada tahun ini.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan bahwa SAKIP bukan sekadar urusan angka di atas kertas atau nilai administratif semata. Bagi Pemprov Sumbar, sistem ini adalah alat ukur untuk menjamin bahwa program pembangunan berjalan tepat sasaran tanpa pemborosan.

“Tahun lalu kita meraih nilai 78,34 dengan predikat BB. Namun, kita tidak ingin berpuas diri. Tahun ini, target kita adalah predikat A,” ujar Mahyeldi dalam evaluasi SAKIP yang dihadiri perwakilan Kemenpan-RB, Senin (26/8/2024).

Memangkas Pemborosan Lewat Akuntabilitas
Implementasi SAKIP yang lebih baik diyakini akan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Dengan sistem yang akuntabel, pengelolaan anggaran menjadi lebih efektif dan efisien. Mahyeldi memaparkan bahwa sinergi antara indikator makro ekonomi—seperti pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)—harus selaras dengan serapan anggaran di lapangan.

Dalam proses evaluasi ini, Pemprov Sumbar juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Langkah ini diambil untuk memotret realitas kemiskinan dan ketimpangan di daerah secara lebih akurat, sehingga intervensi pemerintah bisa lebih tajam.

ASN Sebagai Pengawal Uang Rakyat
Gubernur juga menyoroti peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai garda terdepan pelaksanaan anggaran. Ia menginstruksikan para ASN untuk memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap uang negara. “ASN harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sinergi lintas sektor antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga DPRD menjadi kunci utama dalam mengawal rencana pembangunan ini. Dengan koordinasi yang kuat, Sumbar optimistis bahwa peningkatan nilai SAKIP akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Sumatera Barat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Retret Akmil: Gembleng Pimpinan DPRD Demi Pembangunan Desa Efektif

20 April 2026 - 08:36 WIB

Lilin Desa: Visi Hatta Lewat Jutaan Bibit Kelapa

4 April 2026 - 19:39 WIB

Cair Serentak: Strategi Amankan Rp900 Ribu dari Dana Desa

16 Maret 2026 - 06:34 WIB

Jalan Tol Hasil Bumi: Ambisi Mendes Yandri untuk Yahukimo

11 Maret 2026 - 21:03 WIB

Duet Kemendes-BAPPISUS: Perkuat Daya Gedor Ekonomi Desa

11 Maret 2026 - 04:55 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Pembangunan Tepat Sasaran

6 Maret 2026 - 21:21 WIB

Trending di PEMERINTAHAN