Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 8 Agu 2023 20:32 WIB ·

Lomdeskel 2023: Saat Desa Berhenti Berharap dan Mulai Berinovasi


					Lomdeskel 2023: Saat Desa Berhenti Berharap dan Mulai Berinovasi Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Mengubah pola pikir pemerintahan desa dari sekadar pengelola administrasi menjadi penggerak ekonomi bukanlah perkara mudah. Namun, melalui Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) 2023, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencoba “memaksa” desa untuk berhenti sekadar menunggu instruksi dan mulai menggali potensi mandiri mereka.

Ajang tahunan ini bukan sekadar seremoni bagi-bagi piala. Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Eko Prasetyanto Purnomo Putro, menegaskan bahwa Lomdeskel adalah instrumen untuk memicu adrenalin perangkat desa dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Targetnya jelas: terciptanya tata kelola pemerintahan yang efisien demi mendongkrak kualitas hidup masyarakat di level akar rumput.

“Maksud lomba ini adalah mendorong motivasi pemerintah desa dan kelurahan untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Dengan tata kelola yang efektif, peningkatan aspek sosial dan ekonomi warga akan tercapai,” ujar Eko dalam keterangan pers di Jakarta.

Kolaborasi Global untuk Kemandirian Lokal
Sudut pandang menarik dari perhelatan tahun ini adalah keterlibatan Bank Dunia (World Bank). Lomdeskel 2023 merupakan bagian dari Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD), sebuah kolaborasi strategis antara Pemerintah Indonesia dan lembaga internasional tersebut. Hal ini menandakan bahwa standar pembangunan desa kita kini sedang didorong menuju parameter global, di mana transparansi dan akuntabilitas menjadi poin penilaian utama.

Proses seleksi dilakukan secara ketat melalui empat tahapan: administrasi, klarifikasi lapangan, pemaparan calon juara, hingga penetapan pemenang. Eko menyebutkan, saat ini telah terjaring masing-masing 12 desa dan kelurahan terbaik yang berhasil lolos ke tahap pemaparan setelah melewati verifikasi lapangan yang sangat detail.

Inilah 24 Nominasi “Bintang” Desa dan Kelurahan
Sebanyak 12 desa yang masuk bursa juara antara lain: Desa Pujokerto, Mane Tunong, Koto Mesjid, Tegal Harum, Logandeng, Cinta, Labanan Makarti, Bombanon, Jawai Laut, Banjar Ausoy, Blang Merang, dan Semparu.

Sementara itu, 12 kelurahan yang bersaing di tahap akhir meliputi: Kelurahan Yosorejo, Balai Jaring, Laksamana, Cisauk, Pegangsaan Dua, Sukamiskin, Ketapang, Karang Rejo, Maccini Sombala, Danaweria, Bobo, dan Lewirato.

Pencapaian para nominator ini membuktikan bahwa dengan instrumen evaluasi yang tepat, desa mampu mengidentifikasi masalahnya sendiri dan mencari solusi pembangunan yang berkelanjutan tanpa harus selalu bergantung penuh pada suntikan dana pusat.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT