Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

OPINI · 17 Mar 2026 16:25 WIB ·

Lingkaran Setan: Mengapa Berita Desa Selalu Kalah Seksi?


					Lingkaran Setan: Mengapa Berita Desa Selalu Kalah Seksi? Perbesar

Opini [DESA MERDEKA] Ada jurang lebar yang memisahkan realitas desa dengan panggung pemberitaan nasional. Saat ini, ekosistem informasi desa terjebak dalam “lingkaran setan”: dari sisi desa (suplai) data berantakan, sementara dari sisi pembaca (permintaan) berita desa dianggap tidak menarik. Akibatnya, cerita autentik atau indigenous mengenai inovasi dan kearifan lokal kalah pamor oleh berita skandal yang sensasional.

Jurnalis profesional sering kali berpikir dua kali untuk turun ke desa. Biaya liputan yang tinggi, akses geografis yang sulit, hingga risiko intimidasi fisik menjadi pagar penghalang yang nyata. Fenomena ini diperparah dengan kondisi website resmi desa yang mayoritas hanya menjadi “pajangan” anggaran tanpa konten berita yang diperbarui.

Empat Lapis Penghambat Informasi Desa
Investigasi di lapangan mengungkap bahwa kemandekan informasi desa dipicu oleh masalah yang saling mengunci. Di Tasikmalaya, misalnya, dari 351 desa hanya sekitar 10 yang memiliki website dengan konten layak. Sisanya mati suri meski anggaran domain terus mengalir. Kondisi ini membuat jurnalis kehilangan kompas saat ingin mencari data awal liputan.

Selain masalah data, faktor keamanan juga menjadi momok. Kasus pengeroyokan jurnalis di Bekasi dan ancaman senjata tajam di Lampung Selatan membuktikan bahwa meliput isu sensitif di desa memiliki risiko nyawa. Tak heran jika jurnalis lebih memilih bermain “aman” di wilayah perkotaan daripada menjadi sasaran kekerasan di pelosok.

Masalah Utama Dampak di Lapangan Status Saat Ini
Suplai Data Lemah Website desa kosong/tidak update Jurnalis kehilangan sumber primer
Risiko Keamanan Intimidasi & kekerasan fisik Munculnya “Gurun Berita” (News Desert)
Pasar Sensasional Hanya berita skandal yang viral Inovasi desa tidak mendapat panggung
Legalitas Desa Kasus desa “hilang” administrasi Akses bantuan & informasi terputus

Lahirnya “Gurun Berita” di Pelosok
Krisis model bisnis media lokal memperburuk keadaan. Tanpa dukungan finansial yang kuat, media lokal kesulitan menempatkan jurnalis di desa-desa terpencil. Kondisi ini menciptakan news desert atau gurun berita, di mana masyarakat kehilangan akses informasi terpercaya dan beralih ke media sosial yang penuh misinformasi.

Data menunjukkan bahwa konten desa yang mampu meraup ratusan ribu penonton biasanya didominasi isu negatif, seperti jual beli jabatan perangkat desa. Narasi drama ini jauh lebih laku dijual daripada cerita tentang perjuangan warga memperbaiki infrastruktur secara swadaya. Hal ini menciptakan persepsi bahwa desa hanyalah tempat konflik, bukan pusat solusi.

Memutus Siklus: Desa Sebagai Produsen Cerita
Jalan keluar dari krisis ini bukan sekadar menunggu jurnalis datang, melainkan mendorong desa menjadi produsen informasinya sendiri. Aparat desa dan pemuda harus bertransformasi menjadi subjek yang mampu mengemas cerita human interest dengan sudut pandang universal.

Ubah judul “Jalan Rusak di Desa X” menjadi narasi solusi seperti “Cara Warga Desa X Berdikari Membangun Jalan Tanpa APBD”. Dengan mengubah cara bercerita dan didukung perlindungan hukum bagi jurnalis, desa bisa perlahan memutus lingkaran setan ini. Saat desa mampu bersuara secara mandiri, mereka tidak lagi hanya menjadi objek pemberitaan, melainkan pemilik narasi atas kemajuannya sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 23 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Informasi Berkualitas Hak Mutlak Warga Desa

30 April 2026 - 14:30 WIB

Kapitalisme Rakus Bakal Menelan Habis Desa Pesisir Kita

29 April 2026 - 02:09 WIB

Jangan Cuma Jual Berita: Desa Wajib Ciptakan Peristiwa

27 April 2026 - 19:56 WIB

Stop Seremoni Mangrove: Jangan Jadikan Laut Desa Pemakaman Bibit

27 April 2026 - 07:16 WIB

Saat Suara Desa Terbungkam oleh “Akal Sehat” Kota

26 April 2026 - 16:32 WIB

Bahaya Laten Gotong Royong Sandiwara di Desa Kita

18 April 2026 - 09:01 WIB

Trending di OPINI