Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat [DESA MERDEKA] – Sebuah pendekatan tidak biasa terjadi di Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Polisi tidak datang membawa surat tilang atau peringatan hukum, melainkan membawa alat pengukur tekanan darah dan suplemen vitamin.
Lewat tangan Bripka Agus Salim, Bhabinkamtibmas setempat, korps baju cokelat ini merangkul ibu-ibu rumah tangga melalui pemeliharaan kesehatan gratis. Sinergi apik bersama Balai Kesehatan Tradisional Masyarakat (BKTM) ini sukses mengubah wajah formal kepolisian menjadi sosok yang humanis dan penuh empati.
“Tujuan utama kami adalah mendekatkan emosional antara polisi dan masyarakat,” ujar Bripka Agus Salim, Sabtu (6/5).
Pemeriksaan medis dasar seperti cek tensi dan pembagian vitamin cuma-cuma ini didasari logika sederhana: warga yang sehat adalah motor penggerak desa yang produktif. Ketika fisik masyarakat prima, aktivitas harian dan roda ekonomi desa dapat berputar tanpa hambatan.
Menariknya, antusiasme tinggi dari para ibu rumah tangga ini dimanfaatkan secara cerdas oleh Bripka Agus untuk menyisipkan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di sela-sela pemeriksaan, ia mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan di dalam keluarga dan kerukunan bertetangga.
Bagi kepolisian, ruang tunggu cek kesehatan ini adalah mimbar edukasi yang efektif. Menjaga stabilitas dan kedamaian desa jauh lebih mudah berawal dari obrolan hangat tentang kesehatan, daripada menyelesaikan konflik yang sudah terlanjur pecah.
Langkah taktis di Desa Bagik Papan ini menjadi bukti bahwa membangun desa tidak melulu soal beton dan jalan aspal. Investasi pada kesehatan warga dan rajutan hubungan emosional yang kuat antara aparat dan masyarakat adalah fondasi utama bagi terciptanya lingkungan yang aman, kondusif, dan sejahtera.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.