Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 6 Jan 2025 18:05 WIB ·

Lampung Siapkan 1000 Dapur Desa, Siap Sajikan Makanan Bergizi Gratis


					<em> Program Makan Bergizi Gratis. Foto: Dokumentasi Istimewa</em> Perbesar

Program Makan Bergizi Gratis. Foto: Dokumentasi Istimewa

Lampung [DESA MERDEKA] – Sebanyak 1000 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), akan dilibatkan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat. Provinsi  Lampung berkomitmen untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.

Program yang diresmikan pada Senin, 6 Januari 2025 ini, menargetkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, sekaligus mengurangi angka stunting. Empat dapur layanan gizi di Kecamatan Kalirejo (Lampung Tengah), Kecamatan Pringsewu (Pringsewu), Kecamatan Baradatu, dan Kecamatan Blambangan Umpu (Way Kanan) telah mulai beroperasi sebagai tahap awal.

BUMDes Jadi Motor Penggerak

BUMDes di Lampung berperan penting dalam keberhasilan program ini. Mereka tidak hanya bertanggung jawab dalam mengelola dapur umum, tetapi juga dalam pengadaan bahan pangan lokal. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian desa.

“BUMDes akan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa,” ujar Zaidirina, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Lampung. “Kami optimis dengan potensi yang dimiliki BUMDes untuk menjalankan program ini.”

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan program MBG di Lampung. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyediakan dukungan teknis dan pendanaan, sementara pemerintah daerah menyediakan infrastruktur dan sumber daya manusia.

“Program ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Dampak Positif Program MBG

Program MBG diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain:

  • Peningkatan gizi masyarakat: Khususnya pada anak-anak usia dini, ibu hamil, dan ibu menyusui.
  • Pengurangan angka stunting: Makanan bergizi yang diberikan secara teratur dapat membantu mencegah stunting pada anak.
  • Penguatan ekonomi desa: Program ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian desa melalui peningkatan permintaan akan produk pertanian lokal.
  • Peningkatan kualitas hidup: Dengan asupan gizi yang baik, masyarakat akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan produktivitas yang lebih tinggi.

 

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 124 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Taruhan Nyawa di Antara Gempa Subuh dan Sirine Tsunami

15 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Cara Desa Wonorejo Malang Turunkan Stunting Lewat Konservasi Hutan

3 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Dari Hutan ke Meja Makan: Cara Wonorejo Mengalahkan Stunting

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Trending di KESEHATAN