Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

DESA · 26 Apr 2025 08:02 WIB ·

Koperasi Dibentuk, Kantor Desa Kosong: Kades Polohungo Jadi Sorotan!


					<em>Suasana kantor Desa Polohungo yang tampak kosong saat jam kerja, setelah rapat pembentukan Koperasi Merah Putih selesai. (Sumber: Istimewa)</em> Perbesar

Suasana kantor Desa Polohungo yang tampak kosong saat jam kerja, setelah rapat pembentukan Koperasi Merah Putih selesai. (Sumber: Istimewa)

Boalemo  [DESA MERDEKA] – Perhatian tertuju pada Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, usai pembentukan Koperasi Merah Putih. Sayangnya, sorotan kali ini bukan tentang potensi koperasi, melainkan perilaku Pj. Kepala Desa, Abdullah Ib. Rivai. Setelah rapat penting itu usai, Abdullah justru dinilai kurang menunjukkan tanggung jawabnya sebagai pemimpin.

Alih-alih memastikan pelayanan publik tetap berjalan lancar seusai rapat pembentukan koperasi di pagi hari, Abdullah memilih langsung pulang ke rumah. Ironisnya, tindakan ini diikuti oleh seluruh aparat desa. Akibatnya, kantor desa Polohungo ditinggalkan begitu saja dalam keadaan kosong.

Ketika dikonfirmasi mengenai situasi ini, Sekretaris Desa Polohungo, Rahmat Raji, memberikan jawaban singkat. “Mereka hanya pergi istirahat sebentar, nanti juga kembali,” katanya. Akan tetapi, alasan tersebut sulit diterima sebagai pembenaran. Istirahat seharusnya tidak berarti meninggalkan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat, terlebih lagi di jam kerja. Seorang kepala desa seharusnya memberikan contoh kedisiplinan dan dedikasi dalam melayani, bukan sebaliknya.

Tindakan Pj. Kepala Desa dan aparaturnya ini menimbulkan pertanyaan serius terkait integritas dan profesionalisme mereka. Masyarakat Desa Polohungo berhak mendapatkan pelayanan publik yang optimal dan berkelanjutan, bukan pelayanan yang terabaikan demi kepentingan pribadi.

Jika kondisi seperti ini terus berlanjut tanpa adanya evaluasi dan perbaikan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa akan terkikis. Pemimpin yang dinilai lalai dalam menjalankan amanahnya perlu diingatkan dan dievaluasi kinerjanya. Jabatan publik seharusnya diemban dengan penuh tanggung jawab, bukan dimanfaatkan sebagai fasilitas pribadi semata.

Fokus pada pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa Polohungo menjadi ironis di tengah isu pelayanan publik yang terabaikan. Masyarakat berharap agar pembentukan koperasi ini benar-benar membawa manfaat nyata, bukan justru menjadi alasan untuk melalaikan tugas pokok pemerintah desa dalam melayani warganya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 138 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah, Sejarah, dan Siasat Watugede Mandiri Tanpa Subsidi

23 Juli 2026 - 08:14 WIB

Rahasia Sukses Desa Banjararum: Administrasi Tertib, Ekonomi Melejit

22 Juli 2026 - 07:45 WIB

Bukan Proyek Fisik, Toyomarto Alokasikan Dana Desa Berbasis Bukti

20 Juli 2026 - 21:35 WIB

Aparatur Baru Sumber Jaya Pacu Akselerasi Pembangunan Desa

20 Juli 2026 - 20:03 WIB

Tiga BUMDesa Sragen Raih Penghargaan Samsat Budiman

20 Juli 2026 - 14:18 WIB

Penyerahan Piagam Penghargaan Transaksi Samsat Budiman dan Pemenang Hadiah Pajak Kendaraan

Ngadipiro Kepung Masalah Stunting Hingga Rumah Sehat

16 Juli 2026 - 15:27 WIB

Trending di DESA