Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 8 Nov 2025 19:14 WIB ·

Konferensi Wakaf Internasional di Padang Diharapkan Perkuat Ekonomi Umat


					Konferensi Wakaf Internasional di Padang Diharapkan Perkuat Ekonomi Umat Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menaruh harapan besar terhadap pelaksanaan Konferensi Wakaf Internasional yang akan digelar di Padang pada 15–16 November 2025 mendatang. Konferensi ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan memicu gerakan bersama dalam penguatan ekonomi umat, bukan sekadar menghasilkan rekomendasi di atas kertas.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa wakaf merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang potensinya wajib dioptimalkan untuk kemaslahatan masyarakat luas. Ia menilai, momentum konferensi internasional ini sangat strategis untuk membuka jalan bagi inovasi dalam pengelolaan wakaf di daerah.

“Kami berharap hasil dari konferensi ini tidak berhenti hanya di meja diskusi, tetapi benar-benar menjadi gerakan nyata yang dampaknya langsung terasa untuk memberdayakan masyarakat,” kata Mahyeldi di Padang, Jumat, 7 November 2025.

Mahyeldi menambahkan, penguatan literasi wakaf menjadi strategi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi yang berbasis nilai-nilai keislaman. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah akan terus mendorong sinergi yang kuat antara lintas sektor agar potensi wakaf yang dimiliki Sumbar dapat berkembang secara optimal dan produktif.

Sumbar Siap Jadi Laboratorium Wakaf Produktif
Di tempat terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sumbar, Ahmad Zakri, menilai konferensi internasional ini sebagai kesempatan emas untuk memperluas jejaring kerja sama. Melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga wakaf, baik di tingkat nasional maupun internasional, ia yakin ekosistem wakaf produktif di Sumatera Barat akan semakin matang dan maju.

“Sumatera Barat menyatakan kesiapannya untuk menjadi laboratorium wakaf produktif bagi Indonesia,” ujar Ahmad Zakri penuh optimisme.

Ia berharap, hasil dan rumusan kebijakan yang muncul dari Konferensi Wakaf Internasional ini nantinya dapat menjadi rujukan nasional bagi penguatan praktik wakaf di berbagai daerah. Dengan demikian, manfaat dari instrumen ekonomi syariah ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga dapat mencapai skala yang lebih luas.

Penyelenggaraan konferensi ini dipandang sebagai langkah konkret Pemprov Sumbar dalam memanfaatkan aset umat untuk pembangunan dan kesejahteraan sosial, sekaligus memposisikan daerah tersebut sebagai pusat kajian dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Konferensi ini diperkirakan akan dihadiri oleh akademisi, praktisi, pengelola wakaf (nazir), serta pembuat kebijakan dari dalam dan luar negeri. Agenda utama yang dibahas mencakup tata kelola wakaf modern, pemanfaatan wakaf tunai, hingga digitalisasi manajemen aset wakaf.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Warga Desa Marikapal Sambut Harapan Baru Terang Listrik PLN dan Penataan Infrastruktur

2 September 2026 - 09:43 WIB

DKP Banggai dan LAUTRA Sulteng Matangkan Jadwal Musdes Sosialisasi

27 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Dari Voucher Seharga 10 ribu, Yogi Berakhir di Balik Jeruji

27 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Trending di RAGAM