Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KESEHATAN · 2 Agu 2026 20:49 WIB ·

Kolaborasi Indonesia–Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar


					Kolaborasi Indonesia–Arab Saudi Perkuat Layanan Operasi Jantung Anak di Sumbar Perbesar

PADANG, Sumatera Barat ( DESA MERDEKA) – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut baik kolaborasi internasional dalam penguatan layanan operasi jantung anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kemampuan tenaga medis daerah dalam menangani penyakit jantung bawaan pada anak.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi saat mendampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin membuka kegiatan Proctorship Kasus Kardiovaskular Pediatrik di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) Arab Saudi, Muslim World League (MWL), serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.

Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas negara itu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak penderita penyakit jantung bawaan di Sumbar.

Atas nama Pemprov Sumbar dan masyarakat Ranah Minang, Arry juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh tim medis dan delegasi dari Arab Saudi serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Kehadiran para ahli tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di daerah.

Ia menegaskan, Pemprov Sumbar mendukung penuh penguatan kolaborasi lintas negara, lintas institusi, dan lintas profesi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan.

“Penanganan penyakit jantung bawaan pada anak-anak tidak hanya menjadi tantangan medis, tetapi juga memberikan beban fisik, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar memandang kegiatan proctorship ini sangat strategis karena tidak hanya memperluas akses pelayanan berkualitas, tetapi juga meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di daerah melalui transfer ilmu pengetahuan,” ujar Arry.

Arry juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dokter, perawat, dan tenaga kesehatan atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, para tenaga kesehatan tidak hanya berperan menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak beserta keluarga yang tengah berjuang menghadapi penyakit jantung.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan di Indonesia. Setiap tahun, sekitar satu persen atau sekitar 48 ribu bayi yang lahir mengalami kelainan jantung bawaan, dan sekitar 12 ribu di antaranya memerlukan tindakan operasi segera karena kondisinya kritis.

Menurut Budi, hingga tahun 2022 Indonesia baru mampu menangani sekitar 6.000 operasi jantung anak setiap tahun. Akibatnya, masih banyak anak yang belum mendapatkan tindakan medis tepat waktu karena keterbatasan kapasitas layanan.

“Karena itu pemerintah terus memperluas kemampuan rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung anak. Dari sebelumnya hanya sembilan rumah sakit di enam provinsi, kini telah berkembang menjadi 15 rumah sakit di 12 provinsi. Namun jumlah itu masih harus terus ditingkatkan agar seluruh provinsi memiliki layanan operasi jantung anak,” kata Budi.

Ia juga mengapresiasi dukungan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre yang secara konsisten mengirimkan tim ahli ke Indonesia. Selain membantu pelaksanaan operasi bagi pasien, program tersebut dinilai mempercepat alih pengetahuan kepada tenaga kesehatan Indonesia sehingga kemampuan rumah sakit daerah terus berkembang.

Melalui kegiatan proctorship ini, RSUP Dr. M. Djamil Padang ditargetkan menjadi salah satu pusat layanan sekaligus pembinaan operasi jantung anak di wilayah Sumatera. Rumah sakit tersebut juga diharapkan mampu menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kardiovaskular pediatrik bagi rumah sakit-rumah sakit di Sumbar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI dr. Obrin Parulian, M.Kes., para bupati dan wali kota se-Sumatera Barat atau yang mewakili, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbaf dr. Aklima, MPH., CMed., FISQua, Dewan Pengawas RSUP Dr. M. Djamil Padang, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang dr. Dovy Djanas, Sp.OG., Subsp.K.F.M., MARS., FISQua, unsur Forkopimda, perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre Arab Saudi, Muslim World League Indonesia, serta Tim Pengampu Kardiovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. ( H)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menghitung Detak Jantung Generasi: Cara Singosari Melawan Stunting

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Rakor Kader Pembangunan Manusia Kecamatan Singosari membahas percepatan penurunan stunting melalui e-HDW di Hall Room Desa Ardimulyo

Layanan Jiwa PDSKJI Sumbar Sasar Pelosok Nagari

20 Juli 2026 - 20:19 WIB

Digitalisasi Hati dari Desa: Gerakan Akar Rumput Sigap Melati

1 Juli 2026 - 19:58 WIB

Penanganan Stunting Desa Langlang melalui Rembuk Stunting

Korupsi SKTM RSUD Tulungagung Cederai Hak Sehat Warga Desa

26 Juni 2026 - 18:05 WIB

Desa Dengkol Mengubah Rembug Stunting Menjadi Laboratorium Solusi

24 Juni 2026 - 13:34 WIB

Syarat MCU Bakal Calon Kades Bekasi Kini Lebih Mudah

18 Juni 2026 - 05:20 WIB

Trending di KESEHATAN