Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 25 Mei 2023 18:59 WIB ·

Anyaman NTT: Pemberdayaan Perempuan Du Anyam Tangkal TPPO


					Anyaman NTT: Pemberdayaan Perempuan Du Anyam Tangkal TPPO Perbesar

Du Anyam Sukses Jadikan Anyaman Mata Pencaharian Utama, Menteri PPPA Apresiasi

Kupang, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA]– Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan desa melalui kerajinan anyaman di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat. Sejak tahun 2015, inisiatif yang digagas oleh Du Anyam telah berhasil mengubah kegiatan menganyam dari sekadar pengisi waktu luang menjadi pekerjaan utama yang signifikan meningkatkan kesejahteraan ibu-ibu desa, sekaligus menjadi benteng pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Keberhasilan ini diapresiasi langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, yang menilai Du Anyam telah melakukan intervensi positif dengan melatih kelompok perempuan untuk menghasilkan anyaman berkualitas tinggi dan membantu mencarikan pangsa pasar yang menjamin harga jual produk yang pantas.

Menganyam: Kunci Kemandirian di Desa
Hanna Keraf, salah satu pendiri Du Anyam, menjelaskan bahwa kegiatan menganyam ini adalah cara efektif untuk mengakomodasi keahlian lokal dengan memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka.

“Menganyam sudah bukan lagi sekadar mengisi waktu luang, tetapi menjadi pekerjaan utama yang bisa meningkatkan kesejahteraan. Para Mama (sebutan untuk ibu-ibu di NTT) penganyam sangat tekun; ada yang menganyam sambil menunggu pasien di puskesmas atau saat menjemput anak sekolah. Ketekunan ini patut dihargai,” ujar Hanna.

Kisah Mama Hadjar, salah satu warga desa Wulublolong, menjadi bukti nyata. Setelah mengikuti pelatihan Du Anyam pada tahun 2015, ia memilih untuk tetap berkarya di desa tanpa harus merantau.

“Perempuan harus bisa berdaya, mandiri, dan mengembangkan potensi diri cukup dari desa. Saya memilih tetap di desa karena kami bisa berkarya dan mendapatkan penghasilan di sini,” tegas Hadjar, menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi dapat dicapai tanpa meninggalkan kampung halaman.

Penguatan Literasi dan Gugus Tugas Cegah TPPO
Menteri Bintang Puspayoga memanfaatkan kunjungan ini dengan melakukan dialog dengan pemimpin daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta perwakilan perempuan penganyam, termasuk perempuan penyintas TPPO.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA secara spesifik mendorong pemerintah desa untuk menguatkan gugus tugas pencegahan dan penanganan TPPO. Tingginya kasus TPPO di NTT menjadi perhatian serius yang harus ditangani melalui pendekatan ekonomi dan edukasi.

“Kita perlu mengedukasi para Mama dan masyarakat bahwa kita semua harus punya keterampilan sehingga bisa berkarya di negeri sendiri,” tutur Menteri Bintang.

Ia menambahkan, literasi dan sosialisasi pencegahan serta penanganan TPPO perlu diperluas secara masif. Harapannya, dengan adanya keterampilan yang menghasilkan penghasilan layak, motivasi untuk menjadi pekerja migran ilegal atau rentan terhadap praktik TPPO dapat berkurang drastis, sehingga tidak ada lagi korban di NTT. Dengan intervensi ekonomi seperti yang dilakukan Du Anyam, perempuan di desa memiliki pilihan dan kekuatan untuk mandiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 83 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

PELEPASAN SISWA KELAS 6 DAN KENAIKAN KELAS SDN BANTARJAYA 05 BERLANGSUNG PENUH HARU DAN KEBERSAMAAN

24 Juni 2026 - 13:14 WIB

AI dan Bansos: Akhir Era ‘Main Mata’ Perangkat Desa?

24 Juni 2026 - 08:49 WIB

Momen Haru Angkatan XV PAUD Satria Mandiri: Sinergi Desa Balitata Cetak Generasi Emas

23 Juni 2026 - 21:12 WIB

Klinik APBDesa Singosari,Sekolah Tata Kelola yang Menginspirasi Desa

23 Juni 2026 - 12:52 WIB

Pasca-Audit Investigasi, Warga Kembali Segel Kantor Desa Loleo

23 Juni 2026 - 06:10 WIB

10 Tahun Pembiaran Limbah TPA Blondo, Sawah Warga Mati!

20 Juni 2026 - 22:00 WIB

Trending di RAGAM