Sabang [DESA MERDEKA] – Pusat informasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Kelompok Informasi Gampong (KIG) akan terwujud di Gampong Krueng Raya, Kota Sabang, pada 2025. Kegiatan ini, yang dijadwalkan berlangsung pada minggu keempat Juni 2025, bertujuan mempererat silaturahmi, menyelaraskan arus informasi antargampong, serta mendorong pemberdayaan UMKM dan promosi potensi lokal.
Kepala Bidang Layanan Informasi Publik, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Sabang, Mustakim, menegaskan bahwa lomba KIG bukan sekadar ajang temu kelompok informasi. “Kegiatan KIG ini sangat penting, tidak hanya menyamakan informasi, tapi juga sebagai sarana silaturahmi,” jelas Mustakim saat melakukan peninjauan lokasi pada Selasa (27/5/2025). Timnya telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi dan masyarakat.
Pemilihan Gampong Krueng Raya sebagai tuan rumah didasari antusiasme tinggi dari masyarakat setempat. Mustakim menyebut bahwa kegiatan ini sengaja dipusatkan di ruang terbuka, tepatnya di Ujong Sikendo, untuk lebih memberdayakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM. “Tahun ini Krueng Raya dipilih karena dorongan masyarakat sendiri. Mereka ingin kegiatan ini diadakan di lapangan terbuka agar UMKM bisa hidup dan kelompok kampung ikut berdaya,” tambahnya.
Sebelumnya, dua lokasi lain sempat diusulkan, yaitu Teupin Chiriek dan Hawknes. Namun, Ujong Sikendo akhirnya terpilih karena konsepnya yang lebih terbuka dan inklusif, memberikan ruang luas bagi pelaku usaha mikro dan komunitas gampong untuk berpartisipasi aktif.
Selain memperkuat peran KIG dalam mendukung keterbukaan informasi publik, kegiatan ini juga dirancang sebagai ajang promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Sabang. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengangkat kekayaan lokal dari setiap gampong. Diharapkan, pelaksanaan lomba KIG 2025 di Krueng Raya akan menjadi model penguatan peran KIG dalam mendukung keterbukaan informasi publik dan mendorong pemberdayaan gampong berbasis partisipasi masyarakat serta promosi wisata daerah secara berkelanjutan.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.