Tangerang, Banten [DESA MERDEKA] – Beban berat sekaligus peluang emas kini berada di pundak jajaran aparatur Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear. Menjelang hari Senin, 8 Juli 2024, desa ini harus membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakatnya bukan sekadar angka di atas kertas. Mereka bersiap menghadapi Bina Wilayah (Binwil) 2024, sebuah ajang evaluasi tahunan krusial dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Guna memastikan segalanya mulus, aula besar kantor desa seketika berubah menjadi ruang simulasi strategis pada Kamis, 4 Juli 2024. Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Camat Solear Saedaman SH, Kepala UPT Puskesmas Cikuya Rina Ristiyani, serta seluruh elemen penggerak desa—mulai dari BPD, LPM, Linmas, Babinsa, hingga Karang Taruna.
Bina Wilayah sejatinya bukan sekadar lomba hias desa. Ini adalah ujian nyata terhadap implementasi 10 Program Pokok PKK yang menyentuh langsung hajat hidup warga terkecil di tingkat keluarga.
“Kami mengimbau seluruh pihak terlibat untuk terus mengevaluasi persiapan dan melengkapi kekurangan yang ada. Kita ingin pelaksanaan di Pasanggrahan berjalan optimal dan meraih hasil terbaik,” tegas Camat Solear, Saedaman.
Tahun lalu, tongkat estafet evaluasi ini dipegang oleh Desa Cikareo. Kini, giliran Pasanggrahan yang dibidik radar penilaian. Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, yang dipimpin langsung oleh Pj Ketuanya, Mirasari Andy Ony, dijadwalkan turun ke lapangan untuk memeriksa kesesuaian administrasi dan fakta riil di lapangan melalui 4 Kelompok Kerja (Pokja).
Kasi Pemmas Solear, H. Sudin Wahyudin, membocorkan bahwa tingkat kesiapan Desa Pasanggrahan sebenarnya sudah menyentuh angka 90 persen. Kendati demikian, sisa 10 persen menjelang hari-H justru menjadi penentu yang paling kritis.
Detail-detail kecil di lapangan mulai dikebut. Pemasangan umbul-umbul untuk menyemarakkan atmosfer desa, penataan kantong lahan parkir agar tidak memicu kemacetan, hingga mobilisasi partisipasi aktif dari berbagai unsur masyarakat sipil terus dimatangkan. Keberhasilan agenda ini mustahil tercapai jika hanya mengandalkan kerja perangkat desa; ia butuh napas gotong royong dari seluruh lapisan warga lokal.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.