Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

IPTEK · 3 Agu 2023 19:17 WIB ·

Petani Mustahiq Sukses Panen Padi Organik Berkat Smart Village Kemendes PDTT


					Petani Mustahiq Sukses Panen Padi Organik Berkat Smart Village Kemendes PDTT Perbesar

Barito Kuala, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] Sebanyak 25 petani mustahiq di Desa Anjir Pasar Kota II (APK II), Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, berhasil mengubah nasib lewat panen perdana 100 ton Gabah Kering Panen (GKP). Keberhasilan komoditas varietas Siam Karang Dukuh di atas lahan 25 hektar ini menjadi bukti nyata keberhasilan pilar Smart Economic dalam proyek percontohan Smart Village Kemendes PDTT.

Program bertajuk Lumbung Pangan Berkah ini mengawinkan konsep teknologi pertanian ramah lingkungan dengan pemberdayaan berbasis zakat. Proyek ini diinisiasi oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BPPMDDTT) Banjarmasin, bekerja sama dengan Baznas Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemkab Barito Kuala.

Kepala BPSDM Kemendes PDTT, Luthfiyah Nurlaela, yang turun langsung melakukan panen perdana bersama Pj. Bupati Barito Kuala Mujiyat dan Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan pada Kamis (3/8/2023), memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian pangan berbasis lokal ini.

“Budidaya padi secara organik lebih banyak manfaatnya. Sistem produksinya ramah lingkungan, tidak mencemari lahan dengan bahan kimia, serta produktivitasnya terjaga secara berkelanjutan,” ujar Luthfiyah.

Sejak dicanangkan sebagai pilot project Smart Village Kemendes PDTT pada tahun 2020, Desa APK II terus diakselerasi melalui enam pilar utama: warga cerdas (smart people), mobilitas cerdas (smart mobility), ekonomi cerdas (smart economic), pemerintahan cerdas (smart government), pola hidup cerdas (smart living), dan lingkungan cerdas (smart environment).

Sistem pertanian tanpa bahan kimia sintetis yang diterapkan oleh para petani lokal ini secara langsung memenuhi dua pilar sekaligus, yaitu ekonomi cerdas dan lingkungan cerdas. Hasil panen yang melimpah terbukti mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat rentan sekaligus menjaga ekosistem tanah desa tetap subur.

Keberhasilan di Barito Kuala ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia demi mempercepat pencapaian tujuan SDGs Desa. Acara panen perdana ini juga dihadiri oleh jajaran kepala dinas dari tingkat Provinsi Kalimantan Selatan hingga Kabupaten Barito Kuala yang berkomitmen mengawal keberlanjutan program pada tahun-tahun mendatang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Modal Dengkul Hasil Sawah: Rahasia Sukses Kandang Komunal Kadirejo

13 April 2026 - 17:47 WIB

Sitinjau Lauik Merdeka Sinyal: Mudik 2026 Makin Aman

20 Maret 2026 - 21:32 WIB

Algoritma Baru Google: Angin Segar Buat Berita Desa

19 Maret 2026 - 11:26 WIB

Trending di IPTEK