Barito Kuala, Kalimantan Selatan [DESA MERDEKA] – Sebanyak 25 petani mustahiq di Desa Anjir Pasar Kota II (APK II), Kecamatan Anjir Pasar, Kabupaten Barito Kuala, berhasil mengubah nasib lewat panen perdana 100 ton Gabah Kering Panen (GKP). Keberhasilan komoditas varietas Siam Karang Dukuh di atas lahan 25 hektar ini menjadi bukti nyata keberhasilan pilar Smart Economic dalam proyek percontohan Smart Village Kemendes PDTT.
Program bertajuk Lumbung Pangan Berkah ini mengawinkan konsep teknologi pertanian ramah lingkungan dengan pemberdayaan berbasis zakat. Proyek ini diinisiasi oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BPPMDDTT) Banjarmasin, bekerja sama dengan Baznas Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemkab Barito Kuala.
Kepala BPSDM Kemendes PDTT, Luthfiyah Nurlaela, yang turun langsung melakukan panen perdana bersama Pj. Bupati Barito Kuala Mujiyat dan Pimpinan Baznas RI Saidah Sakwan pada Kamis (3/8/2023), memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian pangan berbasis lokal ini.
“Budidaya padi secara organik lebih banyak manfaatnya. Sistem produksinya ramah lingkungan, tidak mencemari lahan dengan bahan kimia, serta produktivitasnya terjaga secara berkelanjutan,” ujar Luthfiyah.
Sejak dicanangkan sebagai pilot project Smart Village Kemendes PDTT pada tahun 2020, Desa APK II terus diakselerasi melalui enam pilar utama: warga cerdas (smart people), mobilitas cerdas (smart mobility), ekonomi cerdas (smart economic), pemerintahan cerdas (smart government), pola hidup cerdas (smart living), dan lingkungan cerdas (smart environment).
Sistem pertanian tanpa bahan kimia sintetis yang diterapkan oleh para petani lokal ini secara langsung memenuhi dua pilar sekaligus, yaitu ekonomi cerdas dan lingkungan cerdas. Hasil panen yang melimpah terbukti mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat rentan sekaligus menjaga ekosistem tanah desa tetap subur.
Keberhasilan di Barito Kuala ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia demi mempercepat pencapaian tujuan SDGs Desa. Acara panen perdana ini juga dihadiri oleh jajaran kepala dinas dari tingkat Provinsi Kalimantan Selatan hingga Kabupaten Barito Kuala yang berkomitmen mengawal keberlanjutan program pada tahun-tahun mendatang.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.